Perang anti terorisme yang digagas AS pasca WTC attack, menghasilkan 500.000. lebih manusia terbunuh

Duniaekspress.com. (12/11/2018). — Amerika Serikat — Brown University merilis sebuah studi baru tentang hasil perang yang dikobarkan Amerika Pasca-9/11 di Irak, Afghanistan, dan Pakistan. Studi ini memperkirakan bahwa perang yang dibalut “untuk menjaga perdamaian” itu telah mengakibatkan 480.000 dan 507.000 orang tewas.

Hasil gambar untuk perang anti teror pasca 9/11

poto : gedung WTC pacsa diserang

Jumlah tersebut sudah termasuk kematian para pejuang dan warga sipil dalam pertempuran.

Jumlah warga sipil menempati posisi terbanyak. Lebih dari separuh dari sekitar 500.000 yang tewas adalah warga sipil. Pejuang oposisi dan pasukan militer asing yang didukung AS masing-masing menempati lebih dari 100.000 kematian.

Daftar ini juga tidak mencakup perang AS di Suriah yang menurut perhitungan juga menewaskan sekitar 500.000 orang sejak 2011.

Lebih dari 60.000 tentara AS tewas atau terluka dalam konflik

Laporan itu juga mencatat bahwa lebih dari 60.000 pasukan AS tewas atau terluka dalam perang. Ini termasuk 6.951 personel militer AS yang tewas di Irak dan Afghanistan sejak 9/11.

Studi Brown juga menyalahkan AS karena sedikit sekali melaporkan jumlah korban perang dalam 17 tahun terakhir.

Pihak pemerintah AS dinilai tidak transparan soal ruang lingkup konflik.

Publik menyimpulkan bahwa tindakan menyembunyikan informasi tersebut dilakukan agar tidak mengganggu informasi yang ingin dibuat pemerintah bahwa perang berjalan “lancar”. Pemerintah AS ingin membangun opini bahwa perang berjalan damai, tanpa hambatan dan meraih kemajuan yang sempurna. (RR)

Sumber: antiwar

 

Baca juga, “TERORISME” : MUNDUR TAPI BELUM KALAH