Mantan ketua BAIS : Orang Berpikiran Radikal Jangan Dianggap Teroris

Duniaekspress.com. (16/11/2018). — Jakarta -– Mantan Ketua Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Laksamana Madya (Purn) Soleman B. Ponto mengkritisi upaya deradikalisasi dalam pencegahan aksi terorisme di Indonesia. Menurutnya, penyebab terorisme bukanlah pemikiran radikal, melainkan karena bom.

“Teroris itu ditakuti karena bom, yang menyebabkan teror itu bom. Bom menyebabkan rasa takut. Sekarang ini yang ditakuti pikiran radikal atau karena ada bom?” kata Soleman saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta pada Kamis sore (15/11/2018).

Dia menambahkan, harusnya pemerintah lebih berfokus pada pengawasan bom. Dia menyebut, deradikalisasi tidak akan berguna jika bom masih mudah didapat.

Hasil gambar untuk mantan ketua BAIS Soleman B. Ponto

poto : mantan ketua BAIS Soleman B. Ponto

Lebih lanjut, Soleman menuturkan, orang-orang berpikiran radikal tidak seharusnya dianggap sebagai teroris. Pemikiran radikal bukanlah urusan pemerintah, tetapi urusan agama masing-masing.

“Kalau orang-orang berpikir radikal ini jangan dianggap sebagai teroris! Biarkan dia, dia berpikir radikal di bidang apa, agama? Ini urusan NU-nya, urusan Muhammadiyah, urusan agamanya. Jadi biarkanlah dia, mereka beradu argumentasi. Tidak seharusnya dimasukkan ke dalam teroris. Teroris ini yang punya bom,” tutur Soleman.

“Biar ahli agama lah yang ngomong sama dia. Lah kalo nggak? Biarkan saja dia sendiri, sepanjang bomnya nggak ada ngapain di takutin,” imbuhnya.

Alumnus Akademi Angkatan Laut tahun 1978 ini menegaskan, pemikiran radikal bukanlah barang baru, melainkan hanya perbedaan pendapat yang ekstrem dan bukan merupakan hal yang salah.

“Berpikiran radikal itu bukan baru sekarang ada, dari dulu itu ada. Salahnya apa orang berpikir radikal? Aku juga dianggap radikal di militer,” ungkapnya.

“Ini kan hanya beda pendapat. Beda pendapat yang sangat tajam, itu radikal. Terus salahnya di mana? Kalau bagi saya, orang yang beda pendapat menjadi kawan berpikir,” pungkasnya. (RR).

sumber : Kiblat

 

Baca juga, FUNDAMENTALISME, EKSTREMISME, RADIKALISME DAN KONTRA-TERORISME