Taliban sambut ajakan AS untuk berunding damai di Afghanistan

Duniaekspress.com. (20/11/2018). — Doha – Gerakan Taliban, Senin (19/11), mengkonfirmasi bahwa sejumlah pemimpinnya bertemu dengan para pejabat AS pekan lalu untuk membicarakan solusi damai di Afghanistan. Tidak ada kesepakatan yang tercapai pada “masalah apa pun” dalam pertemuan tersebut.

“Pejabat senior Taliban bertemu dengan delegasi AS tingkat tinggi pada tanggal 14, 15 dan 16 November,” kata pernyataan juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, melalui pesan Whatsapp seperti dilansir AFP pada Senin.

Mujahid menjelaskan, pembicaraan awal telah digelar dan tidak ada kesepakatan yang dicapai untuk masalah apa pun. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menerima kesepakatan yang bertentangan dengan prinsip agama.

“Kami ingin meyakinkan Mujahidin dan negara Muslim bahwa perwakilan Imarah Islam tidak akan pernah menerima apapun yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam,” tegas Mujahid.

Hasil gambar untuk delegasi taliban dalam perundingan damai dengan as

delegasi taliban dalam perundingan damai

Amerika Serikat belum mengkonfirmasi informasi tersebut. Utusan khusus AS ke Afghanistan, Zalmay Khalilzad, pada Ahad malam lalu menyatakan “optimisme yang hati-hati” bahwa kesepakatan damai bisa dicapai menjelang pemilihan presiden Afghanistan yang dijadwalkan pada 20 April.

Khalilzad mengunjungi Kabul untuk putaran kedua pembicaraan regional dengan pejabat pemerintah Afghanistan dalam rangka mengoordinasikan upaya mengakhiri konflik.

Pada pertemuan Senin, Khalilzad mengatakan kepada Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bahwa “dasar untuk pembicaraan di antara warga Afghanistan sekarang lebih siap dari sebelumnya.”

Pertemuan kedua antara Taliban dan Amerika Serikat dilakukan dalam beberapa bulan, ketika gerakan Taliban meningkatkan serangannya terhadap pasukan keamanan Afghanistan. Korban di barisan pasukan pemerintah telah mencapai tingkat belum pernah terjadi sebelumnya.

Sejak awal 2015, jumlah korban tewas pasukan dan pasukan polisi Afghanistan telah mencapai 30.000, menurut presiden Afghanistan yang diumumkan bulan ini. Angka ini melebihi angka yang diumumkan sebelumnya.

“Saya berharap Taliban dan warga Afghanistan lainnya akan menetapkan tenggat waktu untuk perjanjian perdamaian pra-pemilihan,” kata Khalilzad kepada media Afghanistan, Ahad, tanpa menyebut pertemuan kedua dengan Taliban. (RR)

Sumber: AFP

 

Baca juga, AMERIKA INGKINKAN PERDAMAIAN TERWUJUD DENGAN TALIBAN SEBELUM APRIL TAHUN 2019