Mujahidin Afliasi Al-qaidah bentuk ruang operasi bersama lawan Rezim Assad dan sekutunya

Duniaekspress.com. (22/11/2018). — suriyah — Operasi gabungan baru atau ruang operasi bersama telah terbentuk di Suriah. Mereka mulai menargetkan pasukan Bashar al-Assad dan sekutu mereka pada bulan Oktober. Situs dan saluran media sosial pro-al Qaidah telah mengkampanyekan ruang operasi baru bernama “Incite the Believers“, “Wa Harid Al-Muminin” atau “Kobarkan Semangat Orang-orang Beriman” dengan secara teratur menyebarluaskan pernyataan dan gambar dari kelompok tersebut.

Beberapa sumber online yang sama telah menyatakan bahwa operasi jihadis terdiri dari dua kelompok yang terkait dengan al-Qaidah: Hurras al-Din dan Ansar al-Din.

Pada 17 November, ruang operasi gabungan ini mengumumkan bahwa kedua organisasi ini memang beroperasi di bawah payungnya. Kelompok ketiga, Ansar al Islam, juga ikut bergabung. Pernyataan itu dirilis melalui saluran Telegram Waharid_Almuminin yang telah mengudara sejak pertengahan Oktober.

“Incite the Believers” mulai beroperasi dalam konteks kesepakatan antara Rusia dan Turki yang mengarah pada penciptaan zona demiliterisasi di provinsi Idlib. Baik Hurras al-Din dan Ansar al Din dengan cepat menolak kesepakatan antara Rusia dan Turki itu. Sementara itu, kelompok jihadis terbesar di Idlib, Hayat Tahrir al Sham (HTS), mengeluarkan pernyataan ambigu tentang kesepakatan Sochi tersebut.

Sejak saat itu, orang-orang yang bertanggung jawab atas pembentukan “Incite the Believers” telah meluncurkan serangkaian serangan terhadap rezim Assad dan sekutu-sekutunya. Operasi terakhir mereka yang diklaim pada 18 November, konon menargetkan “benteng  tentara Nusayri” (merujuk pada pasukan Assad) dengan granat RG-6 dekat Tal Alloush di desa selatan Aleppo. Tim media kelompok tersebut kemudian merilis video serangan itu.

Operasi lain telah dilakukan di Hama, Khan Touman (provinsi Aleppo), Latakia dan tempat lain. Pada 16 November, para jihadis mengklaim telah membunuh 18 tentara Suriah, sambil merebut “senjata ringan dan menengah,” di Gunung Kurdi (Jabal al-Akrad) di Latakia.

Kadang-kadang, “Incite the Believers” juga mendorong faksi-faksi lain dalam perjuangan mereka. Pada 10 November, misalnya, kelompok itu menyampaikan belasungkawa kepada Jaysh al-Izza setelah kehilangan sejumlah pejuang.

Pertikaian sesama jihadis dan ketidaksepahaman menyangkut kepemimpinan turut menyebabkan pembentukan ruang operasi “Incite the Believers.” Beberapa jihadis mengkritik Hayat Tahrir al Sham (HTS) dan pemimpinnya, Abu Muhammad al-Julani.

Long War Journal menyebut bahwa HTS menanggapi kritikan tersebut dengan memenjarakan segelintir tokoh berpengaruh dan telah berulang kali melakukan bentrok dengan faksi lain. Julani adalah pemimpin Front Al-Nusrah, cabang resmi al-Qaidah di Suriah, hingga pertengahan 2016.

Al Nusrah berevolusi menjadi HTS dan beberapa kritikus Julani telah menuduhnya melanggar baiatnya (sumpah kesetiaan) kepada Syaikh Ayman al Zawahiri. AS dan PBB masih menganggap HTS sebagai “afiliasi” al Qaidah.

Hurras al-Din dibentuk pada akhir Februari, setelah kontroversi seputar HTS mencapai puncaknya. Beberapa pejuang veteran al Qaidah disinyalir berada dalam kepemimpinan kelompok ini.

poto : ghonimah yang diraih oleh mujahidin dalam pertempurannya melawan rezim bassar assad dan sekutunya

Hurras al-Din dan Ansar al-Tawhid mendirikan kelompok gabungan bernama Hilf Nusrat al-Islam awal tahun ini. Diduga bahwa Ansar al-Tauhid tumbuh dari Jund al-Aqsa, yang masih merupakan kelompok lain di Suriah yang terkait al-Qaeda.

Ansar al-Din, yang memiliki ikatan sendiri dengan jaringan Al Qaeda, adalah salah satu kelompok konstituen asli HTS, tetapi memisahkan diri dari HTS pada Februari. Ansar al-Din kemudian melanjutkan kegiatannya di bawah kepemimpinan dan benderanya sendiri, sebagaimana sebelum pembentukan HTS.

Ansar al-Islam awalnya berbasis di Irak, tetapi telah turut berpartisipasi dalam jihad di Suriah sejak awal perang. Kelompok ini adalah organisasi yang relatif kecil, tetapi secara teratur berjuang bersama berbagai kelompok lain. Pada bulan Juli, anggota Ansar al-Islam menyerbu posisi rezim Assad di wilayah Jabal Turkman (Turkmen Mountain) di Latakia. Serangan itu dilakukan bersamaan dengan faksi kecil lainnya.

“Incite the Believers” telah didukung oleh berbagai ideolog jihadis di dalam Suriah. Pada 18 November, sebuah ceramah yang dipimpin oleh Sheikh Abdullah al-Muhaysini, seorang ulama yang dituduh terkait-al Qaeda, menyatakan dukungannya kepada upaya tersebut, dalam sebuah pernyataan.

Para jihadis telah kehilangan momentum di Suriah, karena perang gerilya mereka, yang pernah mengancam keberadaan rezim Assad, telah terhenti. “Incite the Believers” dimaksudkan untuk memicu kembali semangat perlawanan. Memang, kelompok itu secara khusus memperingatkan upaya internasional untuk menggagalkan kampanye anti-Assad. (RR).

Sumber : longwarjournal

 

Baca juga, AL-QAIDAH SEMAKIN MENGUAT DAN TUMBUH DI BERBAGAI BELAHAN DUNIA