Rahmat Islam dan kebrutalan ISIS

Duniaekspress.com. (22/11/2018). Kekejaman dan kesadisan aksi yang dilakukan ISIS dan dpertontonkan oleh media-media propagandanya dalam mengeksekusi siapa saja yang mereka anggap murtad dan musuh yang mereka tawan. Hal ini menujukan suatu fakta kebrutalan akibat faham ghuluw yang mereka anut, hal ini menggambarkan sikap dari rusaknya manhaj mereka, dan tidak mencerminkan rahmat Islam dalam amalan jihad fiesabillah.

Segala puji bagi Allah pemilik nama ar-Rahman ar-Rahim. Dialah yang memiliki rahmat yang luas meliputi semua makhluk-Nya:

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍ

Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS al-A’raf [7]: 156)

Di antara rahmat Allah, bahwasanya Dia menjadikan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam sebagaimana rahmat bagi semesta alam:

وَمَآ أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّرَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS al-Anbiya‘ [21]: 107)

Dan Allah dengan rahmat-Nya telah menjadikan di setiap zaman sebuah kelompok yang tetap berjalan di atas agama yang haq, agama yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dan yang ditempuh oleh para sahabatnya. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

«لن تزال طائفة من أمتي منصورين لا يضرهم من خذلهم حتى تقوم الساعة».

“Tidak henti-hentinya ada sekelompok dari umatku yang mendapat pertolongan (dari Allah). Tidak ada yang bisa membahayakan mereka siapa pun yang menelantarkan mereka hingga tegaknya kiamat.” (Diriwayatkan oleh Ahmad di dalam Musnad-nya 5/34, at-Tirmidzi di dalam Sunan-nya 4/485, dan Ibnu Majah di dalamSunan-nya 1/5 dan dishahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani di dalam Shahih Sunan Ibnu Majah)

Ath-Tha‘ifah al-Manshurah ini adalah Ahlussunnah wal Jama’ah sebagaimana di-nash-kan oleh para imam seperti al-Imam al-Bukhari, al-Imam Ahmad ibn Hanbal, dan al-Qadhi ’Iyadh. (Lihat Syarah Nawawi atas Muslim 13/66–67 dan Fathul Bari 1/164.)

Maka Ahlussunnah adalah representasi resmi dari Islam sebagaimana dikatakan oleh al-Imam Bisyr ibn Harits, “Islam adalah Sunnah, dan Sunnah adalah Islam.” (Syarhu Sunnah hlm. 126)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ketika menjelaskan siapa itu Ahlussunnah, beliau berkata:

هُمْ أَعْلَمُ بِالْحَق وَأرحم بِالْخَلْقِ.

“Mereka adalah orang-orang yang paling mengetahui kebenaran lagi paling penyayang terhadap makhluk.” (Minhajus Sunnah an-Nabawiyyah 5/158).

Hasil gambar untuk ISIS bakar tawanan

poto : ISIS ketika membakar para tawanan

Maka Dakwah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah adalah dakwah yang penuh kasih sayang terhadap manusia, dan bukanlah dakwah yang ekstrem dan menyeramkan. Adapun ISIS justru kebalikannya. Mereka memandang bahwa Islam ditegakkan di atas pedang dan kekerasan. Abu Muhammad al-’Adnani—juru bicara resmi ISIS—berkata, “Sesungguhnya meraih kemuliaan, menghindarkan kezhaliman, dan memecahkan belenggu-belenggu kehinaan tidaklah terjadi kecuali dengan tikaman pedang-pedang, penumpahan darah, dan pengorbanan jiwa-jiwa dan nyawa-nyawa, dan tidak akan terjadi—selamanya—dengan dakwah-dakwah yang damai…” (!!)(Dari kaset as-Silmiyyah Dienu Man? dengan perantaraan kitab Da’isy al-’Iraq wasy Syam fi Mizanis Sunnati wal Islam hlm. 42)

Al-’Adnani juga berkata, “Ketahuilah bahwa kami memiliki pasukan-pasukan di Iraq dan pasukan-pasukan di Syam dari para singa yang lapar, minuman mereka adalah darah, kegemaran mereka adalah potongan-potongan daging manusia…” (!!!) (Dari kaset as-Silmiyyah Dienu Man? dengan perantaraan kitab Da’isy al-’Iraq wasy Syam fi Mizanis Sunnati wal Islam hlm. 42)

Dia juga berkata, “Tugas pasukan-pasukan ‘Daulah Islamiyyah’—dan para pembelanya—adalah memotong kepala-kepala mereka, mengusir mereka, merobohkan rumah-rumah mereka—atau membakarnya…” (Dari kaset as-Silmiyyah Dienu Man? dengan perantaraan kitab Da’isy al-’Iraq wasy Syam fi Mizanis Sunnati wal Islam hlm. 43)

Itulah ucapan-ucapan bengis mereka, dan itulah yang mereka praktikkan di dalam tindakan-tindakan brutal mereka yang mereka upload di media-media sosial: memotong kepala-kepala dengan belati-belati, membakar kampung-kampung, dan—yang terbaru—mereka bakar tawanan mereka hidup-hidup!!! (RR).

 

Baca juga, ISIS BUKAN ISLAMIC STATE, AKAN TETAPI JAMA’AH TAKFIR