Para biksu Myanmar gelar aksi tolak kepulangan muslim Rohingya

Duniaekspress.com. (26/11/2018). — Sittwe — Para biksu Budha di wilayah Rakhine (Arakan), Myanmar, Ahad (25/11), memimpin demonstrasi menolak pemulangan pengungsi Rohingya dari Bangladesh. Mereka menilai, etnis Rohingya tidak pantas hidup di Rakhine karena bukan warga Myanmar.

Kantor berita AFP melaporkan, aksi itu diikuti sebanyak 100 orang lebih. Massa yang dipimpin biksu menggelar aksi jalan kaki di ibukota Rakhine, Sittwe. Mereka membawa spanduk merah dan terus meneriakkan slogan-slogan anti Rohingya.

“Seluruh warga negara bertanggung jawab melindungi keamanan negara,” kata salah seorang biksu dalam orasinya di hadapan massa.

Hasil gambar untuk para biksu myanmar gelar aksi tolak kepulangan muslim rohingya

poto : aksi demo para biksu myanmar menolak pemulangan muslim rohingya

“Tidak akan ada manfaat bagi kami atau negara kami jika kami menerima orang Benggala,” lanjutnya. Benggala merupakan istilah yang digunakan untuk merendahkan Rohingya, merujuk pada suku di Bangladesh.

Protes itu muncul sepuluh hari setelah mulai diterapkannya perjanjian antara Burma dan Bangladesh untuk memulangkan kloter pertama pengungsi Rohingya berjumlah 2.251 pengungsi.

Sekitar 700.000 warga Rohingya melarikan diri dari negara bagian Rakhine ke Bangladesh setelah militer Myanmar meluncurkan kampanye militer terhadap kampung Rohingya. PBB sendiri menyebut militer telah melakukan genosida terhadap etnis minoritas Muslim itu.

Myanmar menyangkal laporan PBB tersebut. Kampanye militer itu diklaim untuk memerangi terorisme.

Myanmar dan Bangladesh menyepakati pemulangan pengungsi Rohingya setelah menggelar sejumlah pembicaraan. Kesepakatan ini mulai diterapkan beberapa pekan terakhir.

Lembaga HAM menolak pemulangan itu. Tak ada jaminan keamanan dan tempat tinggal jelas bagi Rohingya di Myanmar menjadi sorotan. Selain itu, lembaga HAM khawatir Rohingya menjadi sasaran pembantaian kembali.

Protes terhadap Rohingya adalah hal yang biasa di Sittwe, di mana kekerasan sektarian meletus pada tahun 2012, menewaskan ratusan orang dan menggusur lebih dari 120.000 orang Rohingya ke kamp-kamp di tempat mereka berada sejak itu. (RR)

Sumber: AFP

 

Baca juga, ICG DESAK DIHENTIKANNYA PEMULANGAN PAKSA MUSLIM ROHINGYA