Duniaekspress.com (28/11/2018)- Pejuang Thaliban bertanggung jawab atas salah salah satu serangan paling mematikan terhadap pasukan asing di Afghanistan tahun ini, sedikitnya tiga tentara AS tewas dan tiga lainnya terluka oleh ledakan pada hari Selasa (27/11).

Menurut Misi Dukungan T Resolute yang dipimpin NATO, alat peledak rakitan diledakkan di dekat pusat kota Ghazni. Seorang kontraktor Amerika dikabarkan mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.

Ghazni, yang sempat jatuh ke tangan Taliban awal tahun ini, berjarak kurang dari 200 mil dari ibukota Kabul.

Baca Juga:

MUJAHIDIN TALIBAN SERGAP POLISI REZIM AFGHANISTAN DI PROVINSI FURAH, 25 POLISI MEREGANG NYAWA

SOHR: 739 PERSONIL ISIS TEWAS DALAM 3 BULAN TERAKHIR DI TIMUR DER EZZOR

Sebelumnya pada hari itu, NATO mengumumkan bahwa seorang tentara AS tewas pekan lalu ketika memerangi al-Qaeda di Afghanistan di provinsi Nimroz yang berbatasan dengan Iran kehilangan nyawanya karena api dari seorang tentara Afghanistan.

Sejak akhir resmi misi tempur pada tahun 2014, sebagian besar pasukan asing kini hanya terlibat dalam misi pelatihan, kecuali pasukan AS, yang terus memberikan dukungan kepada pasukan Afghanistan di sepanjang medan pertempuran.

Bulan lalu, Brig. Jenderal Jeffrey Smiley, komandan pasukan Amerika di Afghanistan selatan, tewas setelah seorang penyusup Thaliban melepaskan tembakan ke arah pertemuan pejabat Afghanistan dan AS di provinsi Kandahar.

“Dengan korban terbaru, telah ada 12 AS dan empat anggota layanan koalisi lainnya yang tewas karena aksi tempur tahun ini, kata Mayor Bariki Mallya, juru bicara misi tersebut, seperti kepada Anadolu Agency, Selasa (27/11/2018).

Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani mengatakan pekan lalu bahwa lebih dari 28.000 personil keamanan Afghanistan dan 58 pasukan AS / NATO telah kehilangan nyawa mereka sejak 2015.