Tiga Napiter Lapas Madiun diPindah ke Nusakambangan

Duniaekspress.com. (27/11/2018). — Madiun — Tim Densus 88 menjemput tiga napi teroris di Lapas Klas 1 Madiun untuk dipindah ke Lapas Nusakambangan. Saat keluar pintu Lapas dan masuk ke bus khusus polisi, ketiga napi itu memekikkan takbir.

“Lancar tidak ada hambatan saat penjemputan. Waktu pengeluaran masih gelap sepi. Hanya mereka berucap kalimat Allahu Akbar,” ujar Kabid Pembinaan Lapas Kelas 1 Madiun Urip Herunadi, Senin (26/11/2018).

Kalimat takbir yang diucapkan ketiga napi teroris itu, kata Heru, dilakukan secara bersama-sama. Saat keluar dari Lapas, tangan ketiga napi teroris itu juga telah diborgol oleh tim Densus 88 yang membawanya naik ke bus.

“Ada pemasangan borgol sebelum keluar. Jadi keluar lapas dan masuk bus tangan diborgol saat mengucap kalimat Allahuakbar,” ucapnya.

Heru mengatakan penjemputan ketiga napi teroris sudah sesuai SOP dan mendapat pengawalan ketat. Pengawalan ketat itu dari polisi Brimob Polda Jatim yang bermarkas di Utara Lapas Madiun Jalan Yos Sudarso.

“Pengawalan sangat ketat, semua bersenjata baik di dalam maupun di luar lapas tadi,” ucapnya.

Penjemputan ketiga napi teroris itu dilakukan sekitar pukul 04.30 WIB dengan melibatkan sekitar 30 personel tim densus 88 dan bersifat tertutup. Sehingga tak ada satupun media yang mengabadikan momen penjemputan ketiga napi teroris tersebut.

Ketiga napi teroris yang dipindah ke Lapas Nusakambangan dari Lapas Madiun adalah William Maksum alias Tio alias Alan bin Ade Suherman (31), pekerjaan guru, Abdullah Umamity alias Dullah bin Abdul (36), dan Muhammad Agung.

Saat ini masih ada dua Napi teroris yang menjalani hukuman di Lapas kelas 1 Madiun yakni Andi Al Kautsar alias Habib alias Zaki alias Tahami alias Tomy bin Andul Hamid dan Ibnu Kholdun alias Rifki Sugeng alias Bondan alias Royan alias Gunawan (39). (RR).

 

Baca juga, EDI JABLAY, MANTAN NAPITER YANG KINI MENJADI PEMBINA ATLIT MUAY THAY

SOHR: 739 PERSONIL ISIS TEWAS DALAM 3 BULAN TERAKHIR DI TIMUR DER EZZOR