Prajurit  Amerika menjadi Tumbal dalam memerangi Mujahidin al-qaidah di Afghanistan

Duniaekspress.com. (29/11/2018). — Amerika serikat — Militer AS merilis pernyataan soal kematian Sersan Leandro Jasso, prajurit Amerika yang tewas di Afghanistan pada 24 November. Jasso terbunuh saat melakukan operasi pembersihan militan Al Qaidah di provinsi Nimroz.

Pihak militer mengklaim bahwa dari analisis awal prajurit tersebut “tidak sengaja” tertembak oleh pasukan Afghanistan. Amerika mengklaim tidak ada indikasi Jasso tertembak Taliban.

Sejauh ini, AS belum memberikan informasi lebih lanjut tentang keberadaan Al-Qaidah di Nimroz, sebuah provinsi terpencil di barat daya yang membentang di perbatasan dengan Iran dan Pakistan.

Meskipun anggota Al-Qaidah, termasuk Al Qaidah di Sub-benua India (AQIS), melebur dalam perjuangan yang dipimpin Taliban, mereka biasanya tidak mengekpos fasilitas pelatihan mereka atau berpartisipasi dalam operasi.

Al-Qaidah memilih untuk bergerak secara sembunyi-sembunyi, senyap dan melebur dengan perlawanan rakyat Afghanistan. Hal ini berkebalikan dengan metode yang ditempuh ISIS, dimana setiap wilayah yang memiliki anggota ISIS melakukan propaganda terbuka secara rutin.

Keputusan Al Qaidah untuk beroperasi secara sembunyi-sembunyi di Afghanistan tidak boleh disalahartikan sebagai bukti bahwa ia tidak memiliki jejak yang signifikan.

AQIS menjelaskan bahwa anggotanya hadir di bawah bendera Imarah Islam. Pihaknya secara aktif berpartisipasi dalam pertempuran melawan musuh-musuh syariah di bawah komando Imarah Islam. PBB telah mengkonfirmasi bahwa pejuang AQIS beroperasi sebagai penasihat dan pelatih dari Taliban.

Pemimpin Al-Qaidah pusat, Syaikh Ayman al Zawahiri, telah menekankan pentingnya mendukung Imarah Islam Afghanistan dan mengatakan bahwa Imarah adalah inti dari kekhalifahan yang akan terbentuk. 

Amerika dan sekutunya sudah berusaha memburu Al-Qaidah di seluruh negeri selama bertahun-tahun. (RR).

Sumber: longwarjournal

 

Baca juga, AMERIKA SALAH MENDUGA, AL-QAIDAH MASIH AKTIF DAN EKSIS