Duniaekspress.com (30/11/2018)- Kutuk normalisasi hubungan dengan Israel,  Persatuan Ulama Palestina sebut normalisasi hubungan dengan Israel adalah tusukan di jantung negara-negara Palestina, Arab dan Islam. Mereka juga meminta segera diakhirinya semua bentuk normalisasi.

“Beberapa negara Arab menusuk ketahanan rakyat Palestina di dalam hati,” kata Dr Salem Salama, seperti yang dikutip Memo, Kamis (29/11/2018).

“Tidak di belakang, pikiran Anda, tetapi di dalam hati, karena mereka tidak hanya menormalkan hubungan secara diam-diam dengan Israel, tetapi juga telah membuka gerbang ibukota mereka untuk Perdana Menteri Israel,” tambahnya.

Baca Juga:

HAMAS SERUKAN DUNIA ARAB HENTIKAN NORMALISASI DENGAN ISRAEL

RAJA YORDANIA MENENTANG PEMUKIMAN ILEGAL ISRAEL DI TEPI BARAT

Menurut Salama, para ulama terkejut mendengar pemerintah mengklaim bahwa normalisasi sedang dilakukan untuk membantu Palestina.

“Pertemuan antara para pemimpin otoritas pendudukan dan politisi Arab dan Islam akan memiliki konsekuensi negatif bagi Palestina, hak-hak mereka dan tujuan suci mereka,” terangnya.

Dia menekankan bahwa para sarjana agama di Palestina dan di luar Palestina menentang pendudukan dalam bentuk apa pun sejak dulu seperti 1935.

“Negara-negara Arab dan Islam, terutama para ulama mereka, harus menjadi pembela utama hak-hak Palestina, bukannya normalisasi,” tegasnya.

Dia menyerukan kepada mereka untuk melindungi Palestina dan tanah, serta kota suci Yerusalem, dari pendudukan Israel.

Baca Juga:

SEORANG IBU MOGOK MAKAN DI PENJARA OTORITAS PALESTINA

Sebelumnya, gerakan perlawanan Islam Hamas juga mengecam kunjungan dan pertemuan yang digelar sejumlah pimpinan dan politis dari beberapa negara Arab dan Islam dengan pimpinan penjajah Israel dalam rangka normalisasi yang berdampak buruk dan membahayakan bangsa Palestina dan persoalannya.

Hamas mengutuk keras lewat juru bicaranya Fauzi Barhum, kunjungan Presiden Republik Chad “Idris Deby” ke Israel dan bertemu dengan PM Netanyahu.

Hamas menegaskan sikap penolakan terhadap semua bentuk normalisasi dengan entitas zionis, dan menyerukan untuk menghentikan semua kebijakan yang berbahaya, dan serius mendukung bangsa Palestina untuk memperjuangkan haknya, dengan memboikot entitas Israel yang membahayakan bagi seluruh kawasan.