Duniaekspress.com (1/12/2018)- Berdasarkan penyelidikan PBB, setidaknya 23 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, tewas oleh serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat di provinsi Helmand Afghanistan selatan awal pekan ini.

“Temuan awal menunjukkan bahwa sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak,” misi PBB di Afghanistan mengatakan dalam sebuah laporan yang dikutip oleh AFP Kamis (29/11/2018).

“Setidaknya tiga orang juga terluka dalam serangan itu,” tambah rilis tersebut.

Baca Juga:

KEBERHASILAN DIPLOMASI TALIBAN DALAM KONFERENSI MOSKOAW YANG LOGIS DAN JUJUR APA ADANYA

Serangan itu terjadi selama baku tembak antara pasukan khusus Afghanistan yang bekerja dengan penasihat AS dan pejuang Thaliban Selasa malam di provinsi Helmand yang bergolak.

NATO mengatakan dukungan udara diminta oleh pasukan keamanan di lapangan ketika para pejuang mengerahkan senjata berat dan mundur ke kompleks di dekatnya.

Otoritas provinsi sebelumnya mengatakan beberapa anggota keluarga tampaknya telah tewas dalam serangan itu, dengan satu pejabat mengatakan “setidaknya 18 warga sipil tewas”, namun belum dapat dikonfirmasi.

Taliban juga meningkatkan serangan terhadap pasukan Afghanistan bahkan ketika AS meningkatkan upaya untuk melibatkan para pejuang dalam pembicaraan damai.

Baca Juga:

AMERIKA INGKINKAN PERDAMAIAN TERWUJUD DENGAN TALIBAN SEBELUM APRIL TAHUN 2019

Washington sedang berusaha mencari jalan keluar dari konflik lebih dari 17 tahun sejak intervensi AS yang menggulingkan Taliban dari kekuasaan.

Utusan AS Zalmay Khalilzad adalah ujung tombak upaya untuk mencapai kesepakatan damai dengan Taliban sebelum pemilihan presiden Afghanistan, yang dijadwalkan untuk April tahun depan, meskipun para pejabat mengatakan dapat ditunda hingga Juli.

Delegasi Taliban bertemu dengan Khalilzad di Doha, ibukota Qatar, pada Oktober dan November untuk membahas mengakhiri konflik Afghanistan.

Khalilzad mengatakan dia “sangat optimis” untuk mengakhiri konflik.

Baca Juga:

PASUKAN AFGHANISTAN DIAMBANG KEHANCURAN SETELAH PASUKAN KHUSUSNYA DIKALAHKAN TALIBAN DI ZONA AMAN

Sementara itu, Presiden Ashraf Ghani mengumumkan di kota Jenewa Swiss pada hari Rabu bahwa pemerintahannya telah menunjuk tim 12-anggota untuk mengadakan pembicaraan dengan Taliban.

Juga pada hari Jumat, setidaknya 29 orang tewas dalam bentrokan antara komandan milisi pro-pemerintah dan Taliban di provinsi Herat, menurut juru bicara gubernur provinsi Jelani Farhad.

Sumber: Al Jazeera