Duniaekspress.com (30/11/2018)- Terkait adanya ancaman dari pihak yang mengatasnamakan Gerakan Jaga Indonesia yang akan menurunkan ribuan massa untuk mencopot bendera Tauhid dalam acara reuni 212 mendatang, ustad Haris Amir Falah sebut itu adalah kesombongan jahiliyah.

“Ketika ada sekelompok orang yang menunjukkan kesombongan jahiliyah, melarang berkibarnya bendera Tauhid, kita wajib turun untuk mengibarkan bendera-bendera Tauhid, benderanya para penghuni surga,” tegas pembina LPPDI Thoriquna di Jakarta, Jum’at (30/11/2018).

Baca juga:

ULAMA PALESTINA KUTUK NORMALISASI HUBUNGAN DENGAN ISRAEL

Haris juga menyerukan kepada kaum muslimin untuk hadir dalam reuni 212 dalam rangka menjaga kemuliaan kalimat Tauhid.

“Mari tinggalkan sejenak seluruh kepentingan dunia kita demi menjaga muruah kalimat tauhid. Mus’ab bin Umair mempertahankan bendera Tauhid dengan harus kehilangan seluruh anggota badannya,” terangnya.

“Malulah kita jika kita tidak berani mengorban sedikit waktu kita untuk membela dan menunjukkan keberpihakan kita terhadap kalimat yang kita cintai,” ujarnya.

“Mari kita turun bersama umat dengan prinsip yang jelas, hindari kata-kata yang tidak baik. Mari dengungkan kalimat tauhid dengan lisan suci kita. Ini sarana da’wah bagi kita agar umat semakin cinta dengan kalimat tauhid,” pungkasnya.

Baca juga:

REZIM BASHAR ASSAD SENGAJA TARGETKAN PEKERJA MEDIS

Sebelumnya Ketua Presidium Gerakan Jaga Indonesia untuk wilayah Indonesia Timur, Deki Matulesi mengancam, pihaknya siap terbang ke Jakarta apabila ada bendera tauhid yang berkibar di tengah-tengah umat Islam pada acara reuni alumni 212 di Monas, 2 Desember 2018 nanti.

“Jika di acara 212 nanti ada bendera tauhid, jangan salahkan kami, akan turun ribuan orang juga ke Jakarta untuk mencopot dan bertabrakan dengan 212, kami siap. Karena, kami sepakat Presidium Indonesia Timur untuk menjaga NKRI,” kata Deki Matulesi, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (26/11/2018).