Duniaekspress.com (3/12/2018)- Puluhan warga Palestina menderita gangguan pernafasan sementara pada hari Ahad yang disebabkan oleh gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel di kota Nablus, Tepi Barat.

Anadolu Agency melaporkan, tentara Israel menggunakan tabung gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan demonstran, yang berbaris menuju pos pemeriksaan Hawara di selatan Nablus.

“Para pengunjuk rasa Palestina melemparkan batu ke arah tentara Israel,” kata jurnalis Anadolu dari lokasi kejadian, Ahad (2/12/2018).

Baca Juga:

LEBIH DARI 300 WARGA SIPIL TEWAS SELAMA NOVEMBER DI AFGHANISTAN

PEMBATASAN TERHADAP JURNALIS PICU AKSI PROTES DI TEPI BARAT

Menurut petugas medis, puluhan demonstran yang terkena gas airmata dirawat di tempat.

Tidak ada komentar dari militer Israel tentang laporan itu.

Unjuk rasa pada hari Ahad digelar untuk memprotes pelanggaran Israel baru-baru ini di kota Yerusalem Timur yang diduduki.

Israel baru-baru ini menangkap Gubernur Yerusalem Adnan Gaith dan beberapa anggota kelompok Palestina Fatah di depan pengadilan Israel pada hari Minggu memerintahkan pembebasan bersyarat mereka.

Pada bulan lalu, puluhan pengunjuk rasa menderita gangguan pernafasan akibat gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel saat aksi unjuk rasa yang dilakukan para jurnalis Palestina di Tepi Barat.

“Tentara Israel menggunakan gas air mata untuk membubarkan protes yang digelar di pos pemeriksaan Qalandia di utara Yerusalem Timur,” kata seorang reporter Anadolu Agency yang melaporkan langsung dari TKP.

Sejumlah wartawan dilaporkan terluka selama protes.