Duniaekspress.com (6/12/2018)- Banyak orang tidak tahu bahwa ada gencatan senjata yang terjadi di sebelah utara Suriah. Namun bukan seperti gencata senjata yang diyakini oleh sebagian besar orang. Di daerah perbatasan tidak ada gencatan senjata (permanen) dan di sana terdapat jual beli serangan antara rezim (Bashar) dan oposisi, saling serang itu terjadi dengan frekuensi yang terus meningkat.

Di daerah utama, yaitu di provinsi Idlib, memang ada gencatan senjata, namun tidak dengan di daerah perbatasan. Kami mendapat rekamannya di OGN sebuah serangan yang dilakukan oleh tiga kelompok yang bergabung, membentuk sebuah ruang operasi bersama yang dinamakan “Wa Hariddil Mu’minin” – “Kobarkanlah Semangat Orang Beriman”. Tiga kelompok yang bergabung itu adalah Anshar Al Islam, (Jabhat) Anshar Ad Din dan kelompok yang terkait dengan Al Qaeda yaitu (Tandzim) Hurras Ad Din. Beberapa hari yang lalu mereka bersama-sama melakukan serangan yang mengakibatkan 24 hingga 25 tentara rezim terbunuh.

Baca Juga:

KESEPAKATAN DAMAI AS DENGAN TALIBAN TIDAK AKAN MENYENANGKAN PARA PENENTANG JIHADIS

Kami telah mewawancarai jurubicara resmi militer mereka, dan ini yang mereka katakan:

Tanya: Kami mendengar dua hari yang lalu terkait pembentukan ruang operasi bersama “Wa Harridil Mu’minin”, siapa saja faksi yang bergabung dalam operasi tersebut, dan apa tujuan ruang operasi itu dan bagaimana ia dibentuk?

Jawab: Bismillah, Shalawat serta salamsemoga tercurahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya.

Ruang operasi ini dibentuk oleh tiga faksi yang mana diumumkan beberapa hari yang lalu di channel internet. Dan ruang operasi ini dibentuk setelah melakukan riset dan musyawarah di antara komandan dari tiga faksi. Alhamdulillah ruang operasi ini adalah hasil yang diberkahi dari musyawarah tersebut.
Adapun tujuan ruang operasi tersebut yang pertama adalah menta’ati Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana firman Allah dan kitab-Nya:

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”

Tujuan ruang operasi ini juga untuk mempersatukan upaya (kekuatan) dan meningkatkan operasi (amaliyyat). Selain itu tujuan kami juga sebagaimana ruang operasi ini dinamakan, yaitu untuk mengobarkan semangat orang beriman. Kami ingin memotivasi orang beriman untuk berperang, berjihad, dan memukul mundur musuh yang menyerang serta tidak meninggalkan jalan ini meski apapun yang terjadi. Kami memohon agar Allah memberikan kami ganjaran atas hal itu.

Tanya: Sebagai sebuah ruang operasi (Wa Harridil Mu’minin), bagaimana kalian melakukan komunikasi dan koordinasi dengan faksi lainnya, dan apa rencana kalian?

Jawab: Rencana kami seperti yang kukatakan padamu, yaitu untuk memotivasi orang beriman. Maksudnya, kami ingin mengobarkan semangat seluruh orang beriman, dari kalangan faksi (tempur) dan semua orang yang berada di medan perang yang penuh berkah ini untuk berjihad dan berperang, agar umat ini kembali ke jalan ini dan tidak memilih jalan lain selain jihad.

Salah satu periode terbaik yang pernah terjadi di medan tempur ini adalah berkumpulnya faksi-faksi di bawah ruang operasi Jaisyul Fath. Ia (ruang operasi Jaisyul Fath) adalah penyebab utama terbebasnya daerah-daerah termasuk yang kami tempati saat ini. Selain itu ia adalah alasan utama tegaknya kemuliaan kaum Muslimin di tanah ini. Maka dari itu, dengan izin Allah Ta’ala kami ingin membawa kembali kejayaan-kejayaan itu. Kami tidak memiliki masalah jika ada kelompok manapun yang ingin bergabung dalam ruang operasi ini, bahkan sebaliknya kami gembira dengan saudara-saudara kami jika mereka mendukung proyek ini sehingga proyek ini akan menjadi dorongan semangat kepada orang beriman di tempat ini dan tempat lainnya.

Baca Juga:

BASAR ASSAD KERAHKAN PASUKANNYA MENYERBU KE FRONT IDLIB

Tanya: Pada Jum’at ruang operasi “Wa Harridil Mu’minin” telah melancarkan serangan terhadap barisan musuh; yang mana dalam serangan itu 24 tentara rezim terbunuh, menurut sumber media rezim. Ceritakan kepada kami secara detil mengenai serangan itu.

Jawab: Alhamdulillah. Ya operasi tersebut adalah bagian dari serangkaian operasi yang dengan izin Allah tidak akan berhenti. Sebagian berita yang menyebar mengenai operasi ini adalah berita yang salah. Karena ada jurnalis dan media terkenal yang -sebagian mereka- mengambil berita; yang sumbernya dari thaghut (rezim) bukan dari kami.

Sebagai contoh ada berita bahwa kami bekerjasama dengan sejumlah pembelot untuk melaksanakan operasi ini; yang mana hal itu tidak pernah dan tidak akan terjadi sama sekali. Operasi ini sederhananya dilakukan oleh sepuluh ikhwah yang bergabung bersama kami dari berbagai kelompok yang ada dalam ruang operasi Wa Harridil Mu’minin. Dan dari kesepuluh orang itu yang terlibat langsung dalam baku tembak melawan 24 orang musuh hanya 6 orang. Sedangkan 4 orang lainnya hanyalah mendukung di belakang mereka, bagi siapapun yang mengerti taktik gerilya pasti mengetahui hal ini.

Dengan didukung empat orang dan jumlah mereka berenam, dengan izin Allah mereka berhasil menerobos kabut dan bertempur lalu membunuh seluruh musuh yang berada di titik itu, bahkan satu orang yang terluka tewas di rumah sakit.
Pekerjaan ini tidak dilakukan secara acak atau asal-asalan. Ada persiapan, observasi dan perencanaan. Kami juga memiliki plan B dan rencana C. Alhamdulillah dengan izin Allah seluruh ikhwah berhasil kembali dengan selamat tanpa ada luka bahkan goresan apapun. Ini adalah karunia Allah Azza Wa Jalla. Dan kami berharap ini berlanjut dalam operasi-operasi mendatang.

Baca Juga:

REZIM ASSAD TUDUH PEJUANG SURIAH LAKUKAN SERANGAN KIMIA

Tanya: Ada yang berkata bahwa serangan seperti ini akan memberikan rezim alasan untuk melancarkan serangan besar terhadap daerah-daerah yang dibebaskan Mujahidin. Apakah itu benar? Dan mengapa?

Jawab: Subhanallah. Demi Allah, kami telah melihat kesepakatan seperti itu yang terjadi di masa lalu di daerah-daerah lainnya, seperti di Ghoutah dan Dar’a yang mana iya termasuk dalam bagian yang disebut Zona De-Eskalasi atau bebas perang. Dan Subhanallah, banyak orang yang mengungsi ke daerah-daerah kecil tersebut dan terkepung di dalamnya, sehingga mereka menjadi hidup di bawah belas kasihan rezim. Kapan mereka ingin menyerang dan kapan mereka tidak menyerang, kapan mereka mengebom dan tidak mengebom, rezim yang memutuskan segalanya. Dan Subhanallah, mereka (rezim) tidak pernah patuh dengan kesepakatan-kesepakatan semacam itu. Bombardir tidak pernah berhenti, di berbagai titik, di desa-desa, kapanpun mereka mau. Dan kalian telah menyaksikan apa yang terjadi di Ghautah, ia dibombardir oleh bom kimia. Rezim bahkan mulai mengancam daerah itu dengan bom kimia dan menyebarkan rumor bahwa akan ada serangan bom kimia.

Baca Juga:

REZIM BASHAR ASSAD SENGAJA TARGETKAN PEKERJA MEDIS

Maka dari itu kami ingin suara ini sampai kepada seluruh kaum muslimin dan mereka yang ingin menaruh harapan mereka pada perjanjian dan solusi dari jalur politik. Kami tidak menolak politik yang sesuai Syari’ah, politik Syar’i harus diterapkan sepenuhnya, kami tidak mengambil sebagian dan meninggalkan sebagian. Jika kami memiliki posisi yang kuat untuk memutuskan dan memiliki senjata, maka musuh akan dipaksa untuk menyerah dan bernegosiasi. Akan tetapi yang terjadi saat ini adalah perintah kekuatan asing yang duduk dan mereka yang mengatur keputusan dan gencatan senjata dan itu diimplemetasikan. Dan kami tidak melihat kecuali hanya sedikit yang menolak hal itu.

Kaum Muslimin telah terusir dari desa mereka, dari kota mereka, dan dari tanah mereka, dan mereka ada di sini di dalam kemah-kemah pengungsian di tengah kedinginan yang menyakitkan. Dan mungkin saja akan ada tanah yang ditinggalkan jika kami menerima solusi dan kesepakatan itu. Karena musuh menginginkan agar kita condong pada bersantai-santai sehingga kita meninggalkan perang sementara mereka mempersiapkan diri, maksudnya tentara tidak pernah berhenti dari berlatih dan bersiap. Saat ini, saat aku berbicara padamu mereka sedang berlatih di pegunungan dan di kamp latihan di timur dan barat negeri ini. Mereka mempersiapkan operasi besar menghadapi kami, sama ada mereka akan menghabisi daerah ini atau mereka ingin agar kita membuat kesepakatan dengan mereka dan kita dipaksa kembali pada hukum thaghut.

Kami sampaikan pesan yang jelas kepada penduduk Syam dan kepada seluruh kaum Muslimin. Allah memerintahkan kita untuk berperang dan berjihad hingga tidak ada fitnah dan (sehingga) seluruh ketaataan itu hanya semata-mata untuk Allah. Maka alasan kami (berperang) bukanlah untuk (mendapatkan) desa ini dan itu, atau pohon, atau zaitun. Namun alasan kami (berperang) adalah agama Allah. Maka kami dengan izin Allah, tidak akan pernah meninggalkan pertempuran atau front ini sehingga agama Allah ditegakkan di seluruh dunia.

Kami meminta kepada saudara kami Mujahidin dan masyarakat sipil untuk mendukung dan membantu kami. Demi Allah, kami tidak keluar berperang kecuali untuk menolong dan menjaga mereka. Dengan izin Allah kami adalah orang-orang yang menepati janji kami pada mereka, yang kami minta dari mereka adalah dukungan setidaknya dukungan dalam bentuk doa. Jika mereka tidak bisa mendukung kami dengan harta atau jika mereka tidak bisa mengirim pejuang, maka kami meminta kepada mereka setidaknya mendukung kami dan memperlancar jalan kami dan mempermudah urusan kami. Dan semoga Allah membalas dengan kebaikan.

Sumber : Wawancara OGN dengan juru bicara ruang operasi Wa Harridil Mu’minin (Tandzim Hurras Ad Din, Anshar Al Islam, Jabhat Ansharuddin)

Alih Bahasa: Muhammad Faruq Faqih