Duniaekspress.com (6/12/2018)- Pengadilan Mesir pada hari Rabu menjatukan vonis enam orang, termasuk pemimpin kelompok Ikhwanul Muslimin, Muhammad Badie dengan hukuman seumur hidup atas tuduhan yang berkaitan dengan kekerasan.

Pengadilan Pidana Kairo menghukum Mohamed Badie, wakilnya Khairat el-Shater dan empat orang lainnya untuk hidup di dalam penjara, kata sumber peradilan yang dikutip Anadolu Agency, Rabu (5/12/2018).

Baca Juga:

KAIRO MINTA PENGADILAN ULANG UNTUK PEMIMPIN IKHWANUL MUSLIMIN

MESIR VONIS MATI PETINGGI IKHWANUL MUSLIMIN

Para terdakwa menghadapi dakwaan termasuk merencanakan protes dan kasus penembakan yang terjadi pada 2013 menyusul digulingkannya presiden terpilih secara demokratis Mohamed Morsi dalam kudeta militer.

Pengadilan dikabarkan membebaskan mantan juru bicara parlemen Saad al-Katatni dan anggota terkemuka Essam al-Erian dan Mohammed al-Beltagy dalam kasus yang sama.

Putusan hari Rabu masih menunggu banding.

Sebelumnya, pengadilan Kairo telah memerintahkan pengadilan ulang pemimpin Ikhwanul Muslimin Muhammad Badie dan tokoh senior lainnya dari kelompok itu mulai 7 Oktober.

Badie, pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin, telah dijatuhi hukuman mati dan hukuman penjara dalam persidangan lain sejak militer Mesir mencopot Presiden Mohamed Morsi yang juga anggota Ikhwan, pada Juli 2013.

Menurut MENA, pengadilan ulang berkaitan dengan kasus di mana Badie dan 14 lainnya yang diberikan hukuman seumur hidup karena hasutan untuk melakukan pembunuhan dan percobaan pembunuhan terhadap demonstran anti Ikhwanul Muslimin di dekat markas kelompok itu pada Juni 2013.

Empat lainnya dijatuhi hukuman mati pada putusan Februari 2015.

Pihak berwenang Mesir telah melakukan tindakan keras tanpa henti terhadap perbedaan pendapat sejak pengusiran Moria, pembunuhan ratusan orang dan mengirim ribuan orang ke balik jeruji dengan dalih tuduhan melakukan aksi kekerasan.