Enam Orang menjadi korban Dalam pemburuan Teroris OPM

Duniaekspress.com (9/12/2018). — Papua — Sebanyak Enam wagra sipil menjadi korban, dua orang luka-luka dan empat warga sipil di Nduga dikabarkan tewas pascainsiden penembakan karyawan PT Istaka Karya pada saat aparat keamanan melakukan proses evakuasi korban insiden Nduga. Tokoh pemuda Papua Samuel Tabuni membenarkan terkait kabar tersebut.

warga sipil yang telah mengungsi belum kembali ke kampungnya. Dengan kemarin Gabungan TNI POLRI telah masuk di Yigi dan Mugi. Mengakibatkan pengungsian lebih meningkat. dan Sampai pada hari minggu 9 Desember laporan dari Genyam, bahwa warga sipil telah mengungsi di Yigi dan Mugi. Informasi ini melalui SSB ke Genyam Ibu Kota Kabupaten Nduga. Membenarkan warga sipil yang telah mengungsi kemungkinan akan jatuh korban lebih banyak lagi akibat kelaparan dan cuaca dingin. 

“Dua di Mbua, dua di Yigi, Semuanya keluarga dekat saya. Satu di Mbua itu paman saya. Dia majelis gereja, namanya Yulianus Tabuni,” kata Samuel Tabuni, Ahad (9/12).

Gambar mungkin berisi: langit, awan dan luar ruangan

Dampaknya timbul ketakutan yang mendalam, masyarakat di Mbua, Yall, dan Yigi saat ini sudah mengungsi ke hutan-hutan. Menurutnya banyaknya warga yang mengungsi tersebut bisa membuat korban bertambah lagi karena kekurangan makanan atau masalah kesehatan selama mengungsi.

Ia mengungkapkan, informasi tewasnya warga sipil tersebut ia peroleh  dari keluarganya sendiri, sehingga dirinya yakin informasi tersebut benar. Jika ada informasi tentang korban sipil lainnya selain empat orang yang diketahuinya, ia mengatakan belum bisa memastikannya.

Gambar mungkin berisi: langit, awan, luar ruangan dan alam

“Akses informasi maupun transportasi ke Nduga saat ini memang sulit. Jadi kita belum bisa memverifikasi setiap informasi yang kita dapat,” sambung Samuel.

Di-informasikan melalu media pendukung teroris OPM (TNPPBnews) melalui via radio gram dari Distrik Nirkuri, Yigi, Iniknggal, Mugi dan Yal melaporkan bahwa :

komandan teroris OPM (TPNPB)

1. Penyerangan melalui udara menggunakan helli TNI sejak hari pertama sampai kemarin yaitu 2 arah selatan kali yigi dan Timur arah perdekatan Wamena.

2. Bom yang diturunkan dari udara 12 kali yaitu Daerah Yigi 7 kali dan Mbua 5 kali. Tidak hitung dengan tembakan senjata mesin melalui udara yang dihamburkan di daerah Yigi dan Mbua daerah pemukiman yang menjadi basis pendukung OPM.

3. Korban Warga sipil 6 orang diantaranya 2 tewas ditempat mereka adalah Aparat Desa Kunjondumu dan Aparat Desa Wuridlak,dan 4 lainnya dalam keadaan kritis.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan luar ruangan

milisi Teroris OPM

4. Masyarakat yang lari behamburan kehutan melindungi diri sejak hari pertama sampai sekarng belum dikumpulkan, dan tidak diketahui keberadaannya termasuk kerugian material belum terhitung.

5. Hari sabtu tanggal 08/12/2018 tidak ada serangan Udara bom menggunakan helikopter.

6. Semua pasukan TNI dan POLRI berkumpul di Distrik Mbua dan tambahan Personil TNI dan POLRI dari Wamena jalur darat 50 Mobil Strada dan 2 Thank perang dengan persenjataan lengkap telah menuju ke Distrik Mbua.

7. Sementara pihak teroris OPM (TPNPB) belum ada korban, dan mengklaim masih siap tempur melawan TNI dan POLRI.

8. Semua bukti foto dan rekaman video akan menyusul.

9. Mohon maaf untuk daerah Mbua,Dal dan Mbulmu, Yalma belum terkendala komunikasi namun di duga banyak korban disana karena perdekatan dengan Pos TNI dan POLRI.

Dalam laporan yang diterima menyebutkan bahwa korban akibat tembakan udara 6 warga sipil yang di duga sebagai pendukung teroris OPM dari penduduk Nduga. Sebagian Masyarakat telah mengungsi dan belum kembali ke kampung. Jumlah korban Warga sipil diperkirakan akan meningkat akibat Kelaparan dan akan jatuh korban nyawa. Warga non Papua, TNI dan Polri evakuasi dengan aman. Namun bagi penduduk yang menjadi pendukung teroris OPM tak ada perhatian dan jaminan perlindungan, karena dianggap sebagai pemberontak dan kriminal jahat yang meneror dengan pembunuhan.

Ratusan Gabungan militer Indonesia telah masuk wilayah Mbua dan Yigi, disebut dalam laporan ini. Tindakan aparat gabungan ini akan menimbulkan banyak korban warga sipil.

Melalui medianya, Para teroris OPM meminta Badan Periserikatan Bangsa-Bngasa untuk mengirim misi urusan pengungsian dan pertolongan jaminan kehidupan bagi penduduk yang mendukung teroris OPM yang sadis. dengan membuat alasannya bahwa TNI dan Polri membiarkan warga sipil pendukung OPM dan selamatkan warga sipil penduduk non pribumi. Untuk itu segerah mengambil tindakan keselamatan warga sipil dari peperangan.

Dan melalu media propagandanya para teroris OPM menyatakan kesiapannya untuk terus berperang melawan TNI dan POLRI agar mereka bisa melepaskan diri dari negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI).

Sumber : TPNPBnews

Baca juga, PULUHAN PEKERJA PRIBUMI DIBANTAI TERORIS ORGANISASI PAPUA MERDEKA (OPM)