Duniaekspress.com (11/12/2018)- Pasukan rejim Suriah dan milisi sekutunya terus melanjutkan serangan mereka di zona eskalasi Idlib pada hari Senin (10/12) meskipun perjanjian gencatan senjata.

“Pasukan rezim Assad terus meluncurkan serangan udara di Idlib dan Hama,” kata Naji Mustafa, juru bicara Front Pembebasan Nasional, seperti yang dikutip Anadolu Agency, Senin (10/12/2018).

Dia mengatakan pasukan rezim menyerang pos pemeriksaan oposisi di daerah Masasis di Hama pada Minggu malam.

“Tiga tentara oposisi tewas dan empat lainnya terluka dalam serangan itu,” katanya.

“Rejim Assad terus melanggar kesepakatan Sochi,” tambahnya.

Baca Juga:

PROMOSIKAN MYANMAN, CEO TWITTER TUAI KRITIKAN

MILITER PENJAJAH AS MENGAKU TELAH MENGHANTAM MUJAHIDIN AL-QAIDAH CABANG SOMALIA DAN LIBYA

Menurut juru bicara itu, rezim Assad juga terus mengerahkan pasukan militer dekat Idlib.

“Ada serangan di berbagai tempat seperti Um Halahil, Cercenaz, Khan Shaykhun di pedesaan Idlib serta distrik Rashideen Aleppo, Al-Ghab Plain di Hama dan Gunung Turkmen di Latakia,” terangnya.

Setelah pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, kedua belah pihak sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi – di mana tindakan agresi secara tegas dilarang – di provinsi Idlib Suriah.

Menurut ketentuan kesepakatan, kelompok-kelompok oposisi di Idlib akan tetap berada di wilayah di mana mereka sudah hadir, sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama di daerah itu dengan maksud mencegah kembalinya pertempuran.

Pada 10 Oktober, Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan bahwa oposisi Suriah dan kelompok anti-rezim lainnya telah menyelesaikan penarikan senjata berat dari zona demiliterisasi Idlib.

Suriah baru saja mulai muncul dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.