Duniaekspress.com, 12 Desember 2018. Komite observatorium kemanusiaan untuk Suriah (SOHR) melaporkan kemarin (11/12) tentang
daerah-daerah sasaran kantong terakhir Organisasi “Negara ISIS”, di tepi timur Sungai Eufrat, dan Observatorium Suriah mempelajari bahwa 23 anggota di organisasi “Daulah ISIS” telah terbunuh selama 24 jam terakhir dalam penembakan yang menargetkan wilayah-wilayah di daerah kantong mereka, dan dalam rincian yang diperoleh oleh Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia: 4 anggota organisasi ini terbunuh oleh penyerangan pasukan Iran di daerah-daerah di kota al-Susah dan sekitarnya dan daerah lain sebelum tengah malam kemarin dan setelah itu, dan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia memonitor tewasnya 19 anggota Daulah lainnya dalam 2 putaran bombardir oleh pesawat tempur, yang belum diketahui apakah mereka milik Koalisi Internasional atau Pasukan Irak, mereka menargetkan daerah di kota al-Susah, Abu al-Hasan, dan sekitarnya, sebuah dan korban tewas bisa meningkat karena terdapat orang hilang dan karena beberapa orang yang terluka berada dalam kondisi yang buruk, ini menyebabkan terjadinya peningkatan korban tewas menjadi 888 pejuang dari Daulah ISIS yang tewas dalam penembakan, bentrokan, pemboman, dan penggerebekan di bagian terakhir Organisasi ini sejak 10 September 2018.
Observatorium Suriah mendokumentasikan sebelumnya bahwa jumlah korban tewas naik menjadi sekitar 517 anggota Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang tewas sejak 10 September 2018.
Juga, Observatorium Suriah mendokumentasikan bahwa telah naik menjadi 324 termasuk 113 anak dan 72 wanita korban warga sipil (termasuk 180 warga Suriah diantaranya 76 anak-anak dan 43 wanita dari kewarganegaraan Suriah).

REZIM BASHAR ASSAD JATUHI HUKUMAN MATI KEPADA PIMPINAN MUJAHIDIN HTS

ABAIKAN KESEPAKAN SOCHI, REZIM ASSAD TERUS GEMPUR IDLIB

Dan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan kemarin bahwa pada selama sebulan terakhir operasi militer, sekitar 1.300 warga sipil perempuan, anak-anak, dan orang tua telah keluar dari daerah yang dikendalikan oleh organisasi “Negara ISIS” dan daerah kantong terakhirnya; menuju daerah-daerah yang dikuasai oleh Pasukan Demokratik Suriah sejak 30 November 2018, dan belum diketahui jumlah penduduk sipil yang tersisa di daerah-daerah yang dikendalikan organisasi “Negara ISIS” tersebut.

Sumber-sumber lokal yang berhasil melarikan diri dari kantong ISIS mengatakan bahwa organisasi Daulah ISIS sedang mengeksekusi siapa saja yang mencoba melarikan diri…

sumber-sumber lokal yang berhasil melarikan diri dari kantong tersebut menegaskan bahwa Organisasi ISIS sedang mengeksekusi siapa saja yang mencoba melarikan diri dengan tuduhan “pergi ke wilayah orang kafir,” di mana mereka yang keluar telah mempertaruhkan hidup mereka sebagai ganti untuk mencapai daerah tersebut.

(AZ dari SOHR)