Duniaekspress.com (14/12/2018)- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror kembali menangkap satu orang terduga teroris di Sleman, Yogyakarta.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Komisaris Besar Dedi Prasetyo menyebutkan terduga teroris itu berinisial B dan terkait dengan kelompok teror Indramayu yang berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Sebelumnya, ujar Dedi, Densus 88 juga menangkap satu terduga teroris berinisial MI alias IA di Sleman.

“Keduanya ini [IA dan B] satu jaringan dan memiliki keterkaitan dengan rencana aksi teror bom di Indramayu,” kata Dedi di Jakarta, Kamis.

IA dan B, kata dia, terlibat aktif dalam merencanakan aksi teror.

Densus 88 masih mendalami peran keduanya di dalam kelompok teror tersebut.

Penangkapan terduga teroris, kata Dedi, merupakan antisipasi aksi terorisme menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Menurut Dedi, ada indikasi aksi teror akan digelar menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Indikasi bisa ke arah itu, yang jelas kami mengantisipasi jangan sampai aksi teror tersebut bisa terjadi,” kata dia.

Baca Juga:

EMPAT ORANG TEWAS DALAM OPERASI ISRAEL DI TEPI BARAT

PASUKAN OPOSISI SURIAH SIAP BANTU TURKI GEMPUR KURDI

Sebelumnya diberitakan Densus 88 telah menangkap satu orang terduga teroris berinisial IA di sebuah rumah kontrakan di Sleman, Yogyakarta.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jendral Dedi Prasetyo mengatakan IA terkait dengan jaringan kelompok teror Indramayu.

Penangkapan IA, kata Dedi, merupakan hasil pengembangan dari kasus-kasus teror sebelumnya.

“Kami terus mengembangkan jaringan para pelaku ini. Tetap diamati ‘sel tidur’-nya,” kata Dedi di Jakarta, Rabu.

Menurut Dedi, polisi menangkap sel tidur teroris jika terindikasi akan melakukan aksi teror. Penangkapan berdasar pada ini Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2008 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Densus 88, sambung Dedi, masih menyidik IA untuk mengetahui jaringan teroris lainnya.

“Sekarang tersangka dalam proses penyidikan dan dikembangkan oleh Densus 88,” ujar Dedi.