Para pejuang Islam di Idlib siaga I, setelah rezim Bashar assad dibantu Rusia memobilisasi pasukannya besar-besaran 

Duniaekspress.com. (14/12/2018). — Idlib — Ulama Suriah, Syaikh Abdurrazaq Al-Mahdi,  memperingatkan serangan Rusia dan rezim dalam waktu dekat ke kota Idlib dan sekitarnya. Di saat bersamaan, militer rezim terus memobiliasi pasukan.

Peringatan itu disampaikan menyusul pernyataan Rusia setelah konferensi Astana terakhir bahwa tidak akan ada pertempuran luas di Idlib. Pernyataan itu, tegas Syaikh Al-Mahdi, diulang-ulang oleh Rusia.

“Maka dipahami dari pernyataan ini ada pertempuran pasti namun terbatas sebagaimana mereka inginkan,” tegasnya melaui Channel Telegram.

Syaikh yang pernah menjabat Qadhi di aliansi Jaisyul Fath ini menjelaskan bahwa tujuan pertempuran ini menerapkan fase kedua kesepakatan Idlib. Fase kedua kesepakatan mencakup pembukaan jalan lintas provinsi yang menghubungkan Hama-Aleppo yang melintasi Marrat Nukman-Saraqib dan membuka jalan Jisr Al-Shogour-Lattakia.

Foto: Syaikh Abdurrazaq Al-Mahdi.

Jika jalan tersebut kembali berfungsi, wilayah yang sudah dibebaskan akan terbagi-bagi. Hal itu sangat menguntungkan rezim karena dapat mencaplok sedikit demi sedikit wilayah melalui operasi militer.

Syaikh sangat yakin mujahidin tidak akan dengan mudah menyerahkan wilayah ini. Mereka akan berjuang dengan darah untuk mempertahankannya.

“Dengan demikian pertempuran akan terjadi dalam waktu dekat,” tegasnya seraya meminta faksi-faksi pejuang menghadang setiap serangan Rusia.

Militer Suriah dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan memobilisasi pasukan ke garis perbatasan dengan Idlib. Belum diketahui rencana pengerahan pasukan itu. Pejuang juga melakukan hal yang sama untuk menghadapi segala kemungkinan agresi militer mendadak. (RR).

Sumber : El-Dorar

Baca juga, REZIM BASHAR ASSAD JATUHI HUKUMAN MATI KEPADA PIMPINAN MUJAHIDIN HTS