Duniaekspress.com (19/12/2018)- Pasukan Taliban dikabarkan bergerak ke perbatasan Xinjiang, demi membebaskan muslim Uighur dari ‘penjara raksasa’ China. Mereka hanya dilengkapi senjata seadanya.

Salah seorang Taliban, Omar yang masih berusia 23 tahun mengungkapkan kesedihan. Ketika negara-negara Islam di dunia membisu melihat perlakuan Cina terhadap umat muslim di Xinjiang.

“Pemimpin negara Islam penakut! Mereka hanya mementingkan jabatan dunia. Sementara ada jutaan umat muslim yang menderita di Cina,” ketus Omar, seperti yang dirilis Asia satu.com, Selasa (18/12/2018).

“Meskipun hanya dengan bersenjatakan pisau kecil, aku akan berangkat membebaskan saudaraku,” tambah Omar.

Baca juga:

INILAH PERLAKUAN CINA TERHADAP MUSLIM UIGHUR

INILAH PERLAKUAN CINA TERHADAP MUSLIM UIGHUR

Menurut Human Rights Watch, suku Uighur khususnya, dipantau secara sangat ketat. Mereka harus memberikan sampel biometrik dan DNA. Dilaporkan terjadi penangkapan terhadap mereka yang memiliki kerabat di 26 negara yang dianggap ‘sensitif’. Dan hingga satu juta orang telah ditahan.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan orang-orang di kamp-kamp itu dipaksa belajar bahasa Mandarin dan diarahkan untuk mengecam, bahkan meninggalkan keyakinan iman mereka.

Sejumlah serangan teroris terjadi selama dekade terakhir, dan pemerintah Cina langsug menuding separatis di Xinjiang dan sekitarnya adalah pelakunya. Sekitar 200 orang -sebagian besar warga suku Han- tewas dalam kerusuhan di Urumqi, ibukota di sana, pada tahun 2009.

Lalu pada Februari 2017, terjadi serangan penikaman yang menewaskan lima orang, yang disusul penggrebekan besar-besaran oleh pemerintah Cina terhadap apa yang mereka sebut sebagai kaum ekstremis dan separatis.