Turkistan Timur larut dalam penderitaan setelah negerinya dicaplok china

Sambungan dari, PENDERITAAN BANGSA YANG DICAPLOK REZIM KOMUNIS CHINA DAN PELAJARAN UNTUK INDONESIA

Duniaekspress.com. (22/12/2018). — Turkistan — Banyak orang tak mengenal negeri Turkistan. Tetapi bagi umat Islam, tak kenal dengan salah satu negeri Islam yang kemasyhurannya hampir menyamai Andalusia, sangatlah aib. Bukankah nama-nama ilmuwan kita berasal dari sana ? Al-Bukhari, Al-Biruni, Al-Farabi, Abu Ali Ibnu Sina, dan sejumlah tokoh lainnya yang sampai kini merupakan tokoh-tokoh paling tak terlupakan umat Islam, berasal dari negeri tersebut.

SEJARAH

Turkistan terletak di Asia Tengah dengan penduduk mayoritas keturunan Turki, merupakan salah satu benteng kebudayaan dan peradaban Islam.

Di daerah Turkistan terdapat beberapa suku asli seperti Tayli, Kimak, Doghan, Oirat, Kitan, Mongol, Naiman, Tatar, Wigu, Mandsyu dan Kati.

Pada abad ke-16 sampai abad ke-18, bangsa Cina dan Rusia mulai mengerlingkan nafsu angkaranya ke Turkistan dan mulai berfikir tentang kemungkinan untuk melakukan ekspansi teritorial.

Turkistan Barat telah dicaplok Sovyet (kini Rusia). Dengan berbagai alasan politik, Soviet menghapuskan nama Turkistan dari peta dunia dan memancangkan nama Uzbekistan, Turkmenistan, Tadzhikistan, Kazakestan, dan Kirgistan untuk wilayah-wilayah yang dahulu bagian dari Turkistan.

Cina mulai bergerak menaklukkan Turkistan Timur dan kemudian merubah namanya menjadi Sinkiang (Xinjiang).

Atas aksi ekspansionis tersebut, Turkistan negeri Islam tersebut kini benar-benar telah raib (musnah) dari peta dunia. Penjajah Rusia dan Cina telah memecah-belahnya menjadi negara-negara boneka yang kini termasuk bagian dari Republik Federasi Rusia dan Republik Rakyat Cina, dua negara komunis terbesar di dunia.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, teks

KONDISI SETELAH DIKUASAI CINA

Setelah menguasai Turkistan Timur, pemerintah China mengganti nama wilayah itu dengan nama Xinjiang pada tahun 1955 dan memberlakukan berbagai kebijakan dan tindakan yang sudah bisa dikatagorikan sebagai genosida terhadap komunitas Muslim Uighur yang mendominasi wilayah itu.

Pemerintah China memberlakukan kebijakan migrasi secara paksa dengan memindahkan populasi Muslim ke wilayah lain untuk mengurangi jumlah Muslim Uighur, membatasi penggunaan bahasa Uighur, menerapkan sistem pendidikan China, dwi bahasa, larangan melahirkan dan larangan menunaikan ibadah.

Pemerintah China juga kerap menggunakan istilah “radikalisme dan radikal” bersamaan dengan “perang melawan separatisme dan mereka yang melakukan propaganda untuk kelompok separatis.”

Atas dasar itu, pemerintah komunis China menganggap semua ulama, mahasiswa yang belajar ilmu agama, guru, imam dan mereka yang akan pergi haji serta mereka yang mengenakan busana muslim, sebagai ancaman yang potensial.

Pemerintah China juga melarang kaum Muslimin Uighur berpuasa, pergi ke masjid, belajar dan mengajar agama Islam.

Gambar mungkin berisi: 2 orang

penderitaan muslim uighur dibawah penindasan rezim komunis china

Penyiksaan dan eksekusi yang dilakukan pemerintah China terhadap Muslim Uighur dilakukan secara sistematis. Semua bentuk diskriminasi dan penindasan itu karena wilayah Turkistan Timur kaya sumber alam.

Yang memprihatinkan, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pemerintah China terhadap komunitas Muslim Uighur, seolah luput dari perhatian dunia internasional, contohnya sikap dunia internasional yang membisu saat terjadi pembantaian terhadap Muslim Uighur di Urumqi pada bulan Juni 2009.

Komunis Cina telah mengadakan penghancuran total di Turkistan Timur, agama Islam dan umatnya, kebudayaan dan sejarahnya hendak dibumi-hanguskan dengan segala kekejaman yang kelewat batas. Jiwa-jiwa manusia yang semula merdeka dieksploitasi sedemikian rupa sehingga hampir-hampir mustahil sebagai perbuatan manusia.

Sumber : Berbagai sumber

Note :
1. Turkistan awalnya negeri muslim merdeka dan saat ini tenggelam dalam sejarah karena dicaplok Rusia (dulu Uni Sovyet) di bagian Barat dan Cina di bagian Timur.
2. Turkistan Timur kaya sumber daya alam dan setelah dikuasai Cina, penghancuran total dilakukan terhadap agama Islam dan umatnya, kebudayaan dan sejarahnya
3. Akankah sejarah berulang di Indonesia negeri yang kaya sumber alam mengingat saat ini Cina sangat bernafsu melakukan ‘kerjasama’ di berbagai bidang ?!?

Bersambung  ke:

PENDERITAAN BANGSA YANG DICAPLOK REZIM KOMUNIS CHINA DAN PELAJARAN UNTUK INDONESIA part 3

Baca juga, BEBASKAN MUSLIM UIGHUR, THALIBAN BERGERAK KE PERBATASAN XINJIANG