Duniaekspress.com (27/12/2018)- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Rabu (26/12) mengatakan bahwa tidak ada keadilan yang diharapkan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Jangan mengharapkan sesuatu seperti keadilan dari Dewan Keamanan PBB dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, jangan mencarinya, tidak ada yang seperti itu,” kata Erdogan pada upacara penghargaan untuk Dewan Penelitian Ilmiah dan Teknologi Turki (TUBITAK) dan Akademi Ilmu Pengetahuan Turki (TUBA).

Erdogan mengatakan bahwa umat Islam tidak diberi hak untuk berbicara tentang masalah mereka dan masalah internasional di Dewan Keamanan PBB.

“Fakta bahwa dunia Islam, yang memiliki populasi 1,7 miliar, tidak memiliki anggota tetap di Dewan Keamanan PBB sebagai akibat dari penyimpangan ini,” tambahnya.

Baca Juga:

SDF MENANGKAP 50 PERSONIL ISIS YANG COBA KABUR MENYUSUP DIANTARA PENGUNGSI

Presiden Turki melanjutkan dengan mengatakan bahwa inilah alasan dia menyerukan reformasi di Dewan Keamanan PBB di bawah slogannya “dunia lebih besar dari lima.”

“Dunia lebih besar dari lima” adalah slogan terkenal yang berulang kali digunakan oleh Erdogan untuk mengkritik lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB – Cina, Prancis, Rusia, AS dan AS.

Erdogan mengatakan bahwa dalam penelitian ilmiah negara “tidak mengenal batas”.

“Kami sedang melakukan studi di setiap titik dari kutub ke ruang angkasa,” tambahnya.

Baca Juga:

PENDERITAAN BANGSA YANG DICAPLOK REZIM KOMUNIS CHINA DAN PELAJARAN UNTUK INDONESIA part 4

Berbicara tentang badan antariksa Turki, Erdogan mengatakan bahwa langkah historis diambil untuk memperluas penelitian dan teknologi luar angkasa Turki.

Mendorong siswa untuk orisinalitas dengan memberikan contoh ilmuwan Turki dan peraih Nobel Aziz Sancar dan sejarawan Fuat Sezgin, Erdogan mengatakan bahwa dalam 16 tahun terakhir universitas telah meningkat.

“Berkat langkah-langkah yang diambil, universitas kami memiliki kesempatan untuk membuat ilmu nyata dan studi akademik,” tambahnya.

Sumber: Anadolu Agency