Duniaekspress.com (27/12/2018)- Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengirim surat ke Kementerian Luar Negeri (Kemlu) hingga organisasi Islam internasional untuk membuka dialog dengan kedutaan besar Cina. Pihaknya akan menyampaikan dukungan aspirasi dari umat Islam di Indonesia.

“Ya ada kemungkinan dan memang sudah terpikirkan secara resmi keroganisasian MUI kirim surat Kemenlu untuk menyuarakan aspirasi umat Islam. Bisa juga langsung kita kirim surat ke Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) maupun ke serikat Islam sedunia. Bukan kemungkinan tapi sudah ada rencana,” ujar Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin di kantornya, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2018).

Din mengatakan pihaknya tidak bermaksud mencampuri urusan kedaulatan negara Cina. Namun ia hanya menyayangkan sikap dan perlakuan yang diberikan kepada etnis Uighur, khususnya kaum muslim di sana.

Baca Juga:

BELA MUSLIM UIGHUR, RIBUAN MASSA DATANGI KEDUBES CHINA

MUI: INDONESIA TIDAK BISA TINGGAL DIAM MASALAH UIGHUR

 

Dia pun meminta pemerintah China membuka diri dan menerima perwakilan delegasi dari ormas Islam untuk melihat secara langsung wilayah Xinjiang, Cina.

“Kami ormas Islam yang tergabung di Dewan Pertimbangan MUI mendorong pemerintah China untuk melakukan etnis Uighur secara baik. Oleh karena itu, kepada pemerintah China untuk membuka diri dan menerima atau baik kitanya untuk diundang delegasi dari ormas Islam Indonesia untuk melakukan pengamatan secara langsung di Provinsi Xinjiang, Cina,” ucap Din.

Din kemudian mengapresiasi sikap Indonesia yang sudah memanggil duta besar Cina dalam beberapa waktu lalu dan menyampaikan beberapa aspirasinya. Namun, jika ada pertemuan berikutnya, ia meminta Kemlu mengikutsertakan MUI bertemu langsung dengan Dubes Cina.

“Oleh karena itu, Dewan Pertimbangan MUI juga sudah sampaikan ke Wamenlu Pak Abdurrahman Mohammad Fachir sekiranya pada kunjungan berikutnya, beberapa waktu yang akan datang dapat dimasukkan agenda pertemuan MUI dengan tokoh umat Islam,” katanya. (dtk)