Duniaekspress.com (28/12/2018)- Raja Salman bin Abdulaziz telah melakukan sejumlah perubahan terhadap kabinetnya menyusul kemarahan internasional atas pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi.

Ibrahim al-Assaf diangkat sebagai menteri luar negeri, menggantikan Adel al-Jubeir, yang diangkat menjadi menteri negara untuk urusan luar negeri.

Abdullah bin Bandar bin Abdulaziz diangkat sebagai menteri Garda Nasional Saudi; Hamad al-Sheikh diangkat menjadi menteri pendidikan; dan Turki al-Shabanah diberi portofolio informasi.

Perombakan juga melihat penghapusan Turki al-Sheikh dari posisinya sebagai kepala Otoritas Umum untuk Olahraga dan pengangkatannya sebagai kepala Otoritas Umum untuk Hiburan.

Dekrit kerajaan itu juga menyerukan restrukturisasi Dewan Urusan Politik dan Keamanan di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan restrukturisasi Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan.

Putra mahkota mempertahankan posisinya sebagai wakil perdana menteri dan menteri pertahanan.

Baca Juga:

19 ORANG TEWAS DALAM BENTROKAN POLISI DAN DEMONSTRAN DI SUDAN

KOMUNITAS DUNIAEKSPRESS.COM BANTU KORBAN TSUNAMI PESISIR BANTEN

Keputusan yang dibacakan pada hari Kamis (27/12) juga menyerukan pembentukan lembaga pemerintah pertama kerajaan kaya minyak yang dikhususkan untuk eksplorasi ruang angkasa, yang akan dipimpin oleh Sultan bin Salman

Perombakan muncul setelah pemerintah Saudi menghadapi tekanan bertubi-tubi dari masyarakat internasional terkait pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober.

Selain Ibrahim al-Assaf, Raja juga mengangkat Pangeran Abdullah bin Bandar bin Abdulaziz untuk menggantikan Pangeran Miteb bin Abdullah sebagai Kepala Garda Nasional. Raja Salman pun memerintahkan agar Dewan Politik dan Keamanan Arab Saudi dirombak.

Jenderal Kalid bin Qirar al-Harbi ditunjuk sebagai kepala keamanan umum sementara Musaed al-Aiban diangkat sebagai penasihat keamanan nasional.