Duniaekspress.com (29/12/2018)- Setidaknya 25 ribu warga sipil pengungsi Suriah yang tinggal di kamp-kamp dekat perbatasan Turki saat ini sangat membutuhkan berbagai bantuan darurat karena kondisi musim dingin yang ekstrem.

Sebanyak 11 kamp pengungsian di daerah pedesaan provinsi Idlib dan Latakia di Suriah terendam banjir akibat hujan lebat yang mengguyur selama beberapa hari terakhir.

Sementara ini banyak kamp pengungsi terkena dampak banjir sejak dua hari lalu, banyak tenda yang hancur akibat banjir. Puluhan ribu tenda pengungsi tergenang lumpur setelah banjir melanda.

Banyak keluarga yang terkena dampak bencana tersebut berlindung ke daerah yang relatif aman dengan membawa beberapa barang yang bisa mereka selamatkan.

Baca Juga:

SOHR: ISIS DIAMBANG KEHANCURAN DI SURIAH

LEDAKAN BOM TEWASKAN WISATAWAN ASING DI MESIR

Mahmut Bekkur, warga yang tinggal di kamp pengungsi Atma di Suriah dekat perbatasan Hatay, Turki mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa semua barang miliknya di tenda tempat tinggalnya hanyut terseret banjir.

Bekkur mengungkapkan bahwa ia terkejut saat air memasuki tempat tinggalnya.

“Tiba-tiba air di kamp naik hingga satu meter. Orang-orang panik dan langsung berlindung ke daratan tinggi,” ungkap Bekkur menjelaskan dirinya tak sempat menyelamatkan apa-apa dalam peristiwa itu.

Semua barang di rumah Bekkur hanyut terseret banjir. Hanya tersisa kasur yang kini telah menjadi sampah.

Di sisi lain, sejumlah pengungsi karena tak mampu membeli bahan bakar atau kayu untuk menghangatkan badan, terpaksa membakar plastik dan nilon yang asapnya menyebabkan masalah pernapasan.

Pada musim dingin ini, lembaga bantuan kemanusiaan hanya mampu menyediakan alat pemanas kepada 20 persen dari jumlah pengungsi.

Sumber: Anadolu Agency