duniaekspress.com, 28 Desember 2018. Pengangkatan Abu Bakar al-Baghdadi menjadi amir Daulah Islam Irak (ISI) menggantikan Abu Umar al-Baghdadi menuai banyak kontroversi tentang bagaimana terpilihnya tokoh ini.

SEJARAH AWAL BERDIRINYA DAULAH ISLAM IRAK (ISI)

Berdirinya ISI diprakarsai oleh tokoh-tokoh Al-Qaeda di Irak. Awal masuknya Al-Qaeda di Irak bermula dari seorang tokoh mujahidin bernama Abu Mush’ab Azzarqowi.

Sebelum berbaiat kepada Syaikh Usamah bin Ladin, Azzarqowi adalah pimpinan jama’ah Tauhid wal Jihad yang didirikan di Herat Afghanistan tahun 1999. Atas prakarsa syaikh Syaiful ‘Adl (seorang tokoh Al-Qaeda) dan dialog antara keduanya, Syaikh Abu Mush’ab kemudian menyatakan bai’atnya kepada Syaikh Usamah dan mendirikan Tandzhim Al-qaidat ul-Jihaad fii bilaadi Rafidlain (disingkat Al-qaidah Iraq /AQI). Pada 2003 AQI turut berjihad melawan penjajah Amerika dan bonekanya di Irak.

Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi menentukan 6 orang agar mereka memilih pemimpin yang baru sebagai pengganti beliau jika beliau tewas, salah seorangnya adalah Abu Hamzah al Muhajir al Mishri (Abu Ayub al Mishri)

Pada Januari 2006, Syaikh Azzarqowi kemudian ikut berprakarsa dalam pendirian Majelis Syuraa Mujahidin (MSC= Mojahideen Shuura Council)  untuk menyatukan berbagai kelompok perlawanan jama’ah jihad ahlus sunnah di Irak. Yang masuk ke dalam MSC adalah: AQI, Jaisy at Thoifah al Manshuroh,  Katibah Anshor Tauhid wal Sunnah,  Saroya Al Jihad, Brigade Al-Ghuroba, Kataib Al-Ahwal, dan Jaisy Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Lambang Majelis Syura Mujahidin Irak

Pada 2006 Syaikh Azzarqowi syahid insyaAlloh akibat serangan udara amerika di Baquba pada 7 Juni 2006, 5 dari calon pengganti beliau menunjuk Abu Hamzah al Muhajir sebagai pengganti beliau.

Abu Hamzah mengamanahi kepengurusan wilayah Diyala kepada Syaikh Abu Umar Al-Baghdadi. Dari sini jelas kita lihat bahwa Syaikh Azzarqowi, Syaikh Abu Hamzah dan Syaikh Abu Umar al-Baghdadi adalah personil awal Al-Qaeda.

Antara bulan Juni hingga Oktober 2006, terjadi perbincangan dan pembahasan di dalam majelis Syura (MSC) yaitu untuk meminta kepada Syaikh Abu Hamzah Al-Muhajir agar mendeklarasikan penegakan Daulah, maka Syaikh Abu Hamzah merancang pembentukan Daulah, Tujuan beliau adalah mengantisipasi pertumpahan darah pasca penarikan mundur pasukan Amerika dari Irak. Tujuan beliau yang lain adalah mengantisipasi terjadinya perpecahan dan peperangan antar sesama mujahidin sebagaimana yang terjadi setelah hengkangnya Uni Soviet dari Afghanistan. Beliau berijtihad bahwa dengan pendeklarasian daulah ini, maka perang saudara dan perpecahan dapat dihindari di masa yang akan datang.

Pada awalnya rencana beliau ini tidak mendapat dukungan dari para anggota majelis syura, mereka menolaknya disebabkan kedepannya nanti akan menciptakan krisis di medan jihad Irak. Lagipula mereka belum memiliki instrumen serta SDM yang diperlukan untuk penegakan daulah, dan juga pihak-pihak lain akan merasa terasingkan (kelompok-kelompok jihad yang tidak setuju).

Suasana pembahasannya ketika itu adalah pembahasan mengenai deklarasi daulah yang merupakan desakan dari Syaikh Abu Hamzah Al-Muhajir dan itu adalah ijtihad beliau. Ketika mereka melihat bahwa beliau tidak menyerah dan terus mendesak hal ini maka mereka menerimanya dengan tujuan untuk menghindari perpecahan lain yang tak diinginkan.

========

Permasalahanpun bermula di sini, dapat kita lihat dari persaksian Abu Sulaiman al ‘Utaibi, Qodli tertinggi Daulah Islam Irak mengatakan dalam surat yang beliau tujukan kepada amir Al-Qaeda di Khurosan:

Semua orang menyangka bahwa berdirinya Daulah Islam Irak terjadi setelah semua jamaah yang tergabung dalam Majelis Syuro Mujahidin berbaiat kepada Al Qo’idah lalu para kepala suku berbaiat dalam Hilful Muthoyyabin, padahal sebenarnya tidak seperti itu sama sekali.

Abu Sulaiman al ‘Utaibi

Akan tetapi yang berbaiat itu adalah jamaah-jamaah seperti Saroya Al Jihad, Saroya Al Ghuroba’, Jaisy Ahlus Sunnah, Kataib Al Ahwal, Jaisy Ath Thoifah Al Manshuroh dll, sementara mereka itu adalah kumpulan orang yang tidak memiliki hubungan sama sekali dengan jihad yang serius di lapangan. Bahkan di antara mereka ada yang belum pernah memegang senjata seumur hidupnya, ada juga di antara mereka yang tidak memiliki pengikut sama sekali namun hanya sekedar nama. Nah, mereka inilah yang berbaiat dan meminta syarat baik secara eksplisit maupun secara implisit untuk diberi jabatan di dalam Daulah yang akan diproklamasikan tersebut. Dan terjadilah apa yang mereka inginkan. Dan saya persaksikan kepada Allah yang Maha Agung tentang itu semua, karena posisi saya yang dekat dengan Abu Hamzah Al Muhajir.

=== sekian kutipan dari syaikh Abu Sulaiman al ‘Utaibi ======

Peristiwa Hilful Muthayyibin yang pernah dipublikan pada era Majelis Syuro Mujahidin pada tanggal 12 Juni 2006 M menjelang diproklamasikannya Daulah Islam Irak

Kemudian mereka menuntut untuk memilih seorang amir dari mereka, lalu beliau menjawab: “Kami sudah memiliki nama amirnya”. Beliau pun menunjuk Syaikh Abu Umar Al-Baghdadi untuk diserahi kepemimpinan ini, kemudian wakilnya nanti akan berasal dari seorang perwakilan dari sisa 6 jamaah lainnya yang bergabung di dalam majelis syura.

Syaikh Aiman Adzowahiri menjelaskan peristiwa ini, bahwa bahkan pengumuman Daulah Islamiyyah di Irak tidak dilakukan dengan izin dari Amir sebelumnya, Syaikh Usamah bin Laden rahimahullah: “Daulah Islam Iraq berdiri tanpa persetujuan dari Al-Qaeda pusat, ketika itu pimpinannya adalah Syaikh Usamah bin Laden Rahimahullah, mereka bahkan tak berkonsultasi terlebih dahulu dengan beliau, namun kemudian Syaikh Mujahid Abu Hamzah Al Muhajir Rahimahullah menulis surat kepada pimpinan pusat Al-Qaeda yang isinya tentang kondisi Daulah Islam yang baik, ia juga menegaskan bahwa Daulah bersikap wala’ terhadap Tandhim Al-Qaeda, dewan syura juga telah berjanji bersama Syaikh Asy Syahid Abu Umar Al Baghdadi bahwa pemimpin mereka adalah Syaikh Usamah bin Laden Rahimahullah. Abu Hamzah juga menyatakan bahwa Daulah Islam Iraq mengikuti komando dari Al-Qaeda namun beberapa ikhwah menilai belum saatnya menyatakan diri tentang hal ini dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan di Iraq pada saat itu.”

Di sini Anda sekalian dapat melihat bahwa program ini digagas dan diajukan oleh Al-Qaeda di Irak, dan daulah dipimpin oleh orang yang berasal dari Al-Qaeda Irak juga, yaitu Abu Umar Al-Baghdadi. Dengan ini, maka kita dapat menyimpulkan dari pernyataan Syaikh Dr. Ayman Az-Zhawahiri yang terakhir bahwa Al-Qaeda Irak telah menggabungkan diri (melebur) ke dalam tubuh Daulah Islam Irak.

syaikh Aiman az-zhawahiri

Penggabungan diri ini jelas diprakarsai oleh kepemimpinan Al-Qaeda, dan pada hakekatnya telah terjadi perubahan skenario, dari skenario Al-Qaeda Irak menjadi skenario Daulah Islam Irak dan dijalankan oleh seluruh kepemimpinan Al-Qaeda beserta kader-kadernya dan jamaah-jamaah jihad lainnya yang menerima skenario tersebut.

SDF MENANGKAP 50 PERSONIL ISIS YANG COBA KABUR MENYUSUP DIANTARA PENGUNGSI

SYAHIDNYA BANYAK TOKOH KUNCI DALAM WAKTU SINGKAT DAN SITUASI SAAT PENGANGKATAN ABU BAKAR AL-BAGHDADI

Ketika perang yang sengit ini tengah berlangsung, banyak para pengurus penting Daulah yang hilang karena tertangkap ataupun terbunuh, yang paling berpengaruh adalah pembunuhan terhadap dua Syaikh, yaitu Syaikh Abu Umar Al-Baghdadi dan Syaikh Abu Hamzah Al-Muhajir (18 April 2010), sehingga setelah kematian keduanya, kekuatan dan wilayah yang berhasil dikuasai oleh Daulah menjadi hilang.

Abu Sulaiman al ‘Utaibi bersaksi:
“Tidak seorang pun dari ketua suku yang terkenal yang ikut berperan (dalam pendirian Daulah) sebagaimana yang sering kali dikatakan oleh Abu Hamzah Al Muhajir. Akibatnya: terjadilah penyimpangan manhaj, kemudian hal itu melahirkan kelemahan dalam menghadapi kesalahan-kesalahan fatal di bidang manhaj lantaran sikap basa-basi. Selain hal itu juga melahirkan banyak sekali penyusupan yang akibatnya kita banyak kehilangan ikhwah, sebagiannya terbunuh dan sebagian lainnya tertangkap. Hal itu juga mengakibatkan terbengkalainya program yang benar dan pencurian terhadap harta masyarakat dengan mengatasnamakan Daulah.”

Lanjut beliau, “Saya sendiri pernah menyaksikan beberapa kasus yang dilakukan oleh mantan Amir Saroya Al Jihad – sekarang ini dia adalah wakil Amirul Mukminin, yakni Abu Abdirrohman Al Falahi – di mana jamaahnya merampas 26 truk dengan nilai dagangan yang ada pada satu truknya adalah dua setengah daftar (buku kas induk), itu belum harga truknya. Lalu tatkala pemiliknya mengadukan kasus tersebut dan pengaduannya itu sampai kepada saya, saya panggillah Abu Abdirrohman tadi. Dia pun beralasan bahwa harta tersebut adalah harta milik orang Rofidloh, namun dia tidak bisa membuktikan klaimnya itu kepada saya. Lalu tatkala kami selidiki ternyata semua itu harta milik orang Ahlus Sunnah, Abu Abdirrohman pun mengatakan lagi bahwa ini memang harta orang Ahlus Sunnah akan tetapi pemiliknya memiliki tanggungan hutang kepada Daulah.

Kemudian tatkala saya minta kepadanya agar menghitung jumlah hutangnya, ternyata hutangnya tidak mencapai nilai satu truk apalagi 26 truk. Abu Abdirrohman – padahal dia adalah wakil Amir – mengatakan lagi: “Saya mengambil hartanya ini sebagai hukuman kepadanya, karena saya mendapatkan perintah dari Abu Hamzah agar mengambil harta semua pedagang yang pergi ke Baghdad.” Sayapun menanyakannya tentang masalah ini namun Abu Hamzah memungkirinya, dan mengatakan: “Ini bukan perintah saya.”
Kemudian Abu Hamzah mengatakan kepada saya: “Wahai Syaikh Abu Sulaiman, Engkau ini Qodli Agung Daulah, jangan terlalu turut campur pada semua urusan kecuali yang kami serahkan kepadamu, supaya wibawamu tidak jatuh.” Sayapun jadi paham bahwa dia lari dari menghadapi Abu Abdirrohman, dan inilah kelemahan yang kami keluhkan pada dirinya yang muncul akibat penyatuan dari semua baiat tersebut.”

Sekian kutipan persaksian dari eks qodli Daulah Islam Irak,  Abu Sulaiman al’Utaibi,  adapan persaksian beliau yang banyak ini kami rangkum dalam tulisan pada link di bawah ini:

QODLI TERTINGGI DAULAH ISLAM IRAK (ISI) MELAPORKAN KEBOBROKAN ISI KEPADA PIMPINAN AL-QAEDA

Di tengah minimnya para mujahidin awal muncullah nama Abu Bakar Al-Baghdadi, namun dia adalah sosok yang tidak diketahui kadar keilmuannya maupun kejelasan manhajnya, dan dia tidak memiliki posisi apapun di dalam tubuh Daulah Islam Irak yang lama.

Ibrohim ‘Awwad (Abu Bakar Al Baghdadi). belum pernah sama sekali berbaiat kepada Abu Mush’ab Az Zarqowi. Dulunya dia adalah anggota sebuah jamaah yang manhajnya tidak jelas dan tidak memiliki operasi yang dapat diceritakan. Yakni Jaisy Ahlis Sunnah Wal Jamaah. Dahulu jamaahnya ini angkuh untuk bergabung dengan Staikh Az Zarqowi

Walaupun terdapat para pemimpin yang lebih utama, lebih senior dan lebih tahu, baik dari tanzhim Al-Qaeda maupun dari majelis syura itu sendiri yang merupakan embrio Daulah, mengapa kemudian Abu Bakar Al-Baghdadi yang muncul menjadi pemimpinnya? Maka ini menjadi sebuah alasan bagi kita untuk berhenti merenungkan dan mencari penyebabnya. Disebutkan bahwa diantara salah satu sebab deklarasi Daulah dengan jajaran kepemimpinan yang baru ini adalah, suatu hari Kolonel Hajji Bakr mengangkat tangannya dan berkata: “Wahai Abu Bakar, sesungguhnya engkau adalah Amirul Mukminin.” Kemudian dia membai’atnya!!
Hajji Bakr pernah dipenjara karena dia termasuk ke dalam jajaran pemimpin didalam pemerintahan rezim Ba’ats. Dia dipenjara bersama dengan seorang kepala staff pejabat di Daulah, namanya adalah Ar Ra’iy. Sebelumnya dia adalah seorang pejabat di dalam pemerintahan rezim Ba’ats. Ada beberapa orang yang menolak untuk mengangkat Ar Ra’iy sebagai kepala staff pejabat di Daulah, mereka adalah Abdul Kareem Baz, seorang anggota majelis syura Daulah, Abu Mushthafa Al-Hathab, Abu Faraas Al-Hathab dan Abdul Aziz Al-Amiri. Dan orang-orang saleh tersebut dibunuh secara misterius setelah mereka menolak mengakui jabatan Ar Ra’iy di dalam Daulah.

Kolonel Hajji Bakr

Setelah kolonel Hajji Bakr bebas dari penjara, dia mengajukan kerjasama dengan Ar Ra’iy yang ketika itu masih menjadi kepala staff pejabat di Daulah Islam Irak. Lalu dia diangkat oleh Ar Ra’iy sebagai wakilnya, dan setelah Ar Ra’iy terbunuh, dia naik menggantikannya dan membai’at Abu Bakar Al-Baghdadi.

(AZ dari berbagai sumber)

Baca juga,

SALING BUNUH DI TUBUH ISIS TERLIHAT PADA LAJNAH MUFAWWADHAH MEREKA