Duniaekspress.com (29/12/2018)- Kelompok milisi ISIS berada diambang kehancuran di Suriah, seperti yang disampaikan Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris Rami Abdul Rahman, Kamis (27/12).

Rami juga menjelaskan bahwa perlawanan kelompok milisi ISIS telah menurun secara signifikan.

“Hanya ancaman ranjau darat yang mencegah Pasukan Demokrat Suriah maju ke daerah-daerah di bawah kendali Daesh (ISIS, red), katanya.

“Kelompok ini mungkin tidak dapat bertahan sampai awal tahun baru,” tambah Rami Abdul Rahman.

“Daerah-daerah yang masih di bawah kendali ISIS (Daesh) telah menyaksikan pemindahan terbesar sejak Pasukan Demokrat Suriah melancarkan serangan mereka terhadap kelompok itu lebih dari tiga bulan lalu,” terangnya.

Baca Juga:

LEDAKAN BOM TEWASKAN WISATAWAN ASING DI MESIR

KABUT FITNAH SAAT PENGANGKATAN ABU BAKAR AL-BAGHDADI

Gerakan itu muncul ketika kelompok itu berusaha untuk mempertahankan kubunya ketika Pasukan Demokrat Suriah sebuah koalisi faksi Kurdi dan Arab yang didukung oleh Amerika Serikat terus bergerak maju di tepi timur Sungai Eufrat di provinsi Deir Ez-Zour dan di sepanjang perbatasan Irak.

Pasukan Demokrat Suriah baru-baru ini membuka koridor untuk memungkinkan keluarnya warga sipil dari daerah tersebut. Sejak dimulainya serangan pada bulan September, lebih dari 15.000 orang telah melarikan diri, termasuk “lebih dari 700 anggota ISIS yang berusaha bersembunyi di antara kerumunan sipil”, kata Abdul Rahman.

Presiden Donald Trump mengatakan pekan lalu koalisi pimpinan-AS telah berhasil mengalahkan kelompok teroris Daesh secara militer, menandakan penarikan pasukan dari Suriah, lapor Anadolu Agency.