Duniaekspress.com (29/12/2018)- Seorang pemuda meninggal dunia, dan 6 lainnya terluka akibat tindakan represif pasukan Israel terhadap para demonstran damai pawai kepulangan (Great Return March) di Gaza Timur.

Kementerian kesehatan Palestina di Gaza menginformasikan gugurnya seorang pemuda, Karem Muhammad Numat (26) akibat luka tembak yang dideritanya di kemah kepulangan, Khanyunis Timur.

Seperti yang dilansir Pusat Informasi, data kementerian kesehatan menyebutkan 6 demonstran mengalami luka tembak, dan dua dari mereka merupakan tim medis. Sementara puluhan lainnya mengalami gangguan pernapasan akibat tembakan gas air mata.

Baca Juga:

PASTOR PALSU TERUNGKAP SETELAH 18 TAHUN BERIKAN PELAYANAN

30 RIBU PEMUKIM YAHUDI SERBU AL-AQSHA SEJAK 2018

Ribuan warga berdatangan ke kemah kepulangan akbar di Gaza Timur, untuk berpartisipasi dalam pawai Jumat ke 40 dengan tema: Hak Hidup Mulia Tak Bisa Ditawar, di tengah suasana hujan dan angina kencang.

“Warga berdatangan ke sejumlah kemah kepulangan di Gaza Timur, untuk mengirimkan pesan kepada dunia bahwa mereka memiliki hak untuk hidup mulia, dan mencabut blockade zalim yang menimpa Gaza,” lapor kontributor PIP dari tempat kejadian, Jum’at (28/12/2018).

Aksi ini bersamaan dengan peringatan keras kepada pihak penjajah Israel yang disampaikan kordinasi bersama perlawanan Palestina, untuk tidak menganiaya para demonstran, jika hal ini terjadi, akan ada reaksi keras dari pihak perlawanan di lapangan.

Koresponden PIP mengatakan, Pasukan Israelmelancarkan tembakan peluru tajam dan gas air mata menyasar para demonstran damai di sejumlah kemah kepulangan di Gaza Timur.

Komite nasional pawai kepulangan menggunakan pengeras suara mengajak segenap warga di Gaza untuk berpartisipasi dalam aksi hari ini dengan tema, “Jumat Hak Hidup Mulia Tak Bisa Ditawar.”

Juru bicara Hamas, Abdul Latif Qanu mengatakan, warga Palestina di Gaza akan melanjutkan aksi sebagai penegasan atas hak mereka untuk hidup mulia dan terhormat, sampai semua tujuan pawai kepulangan tercapai dan memaksa musuh untuk mengembalikan hak-hak mereka.

Menurut Qanu, penjajah Israel berupaya mengeskpor krisis internalnya dengan menyerang para demonstran damai di pawai kepulangan, dan ruang kordinasi bersama mengingatkan penjajah Israel untuk tidak melakukan tindakan dungu dan criminal terhadap bangsa Palestina, karena mereka siap untuk melakukan serangan balasan, pungkasnya.