Duniaekspress.com (30/12/2018)- Pemerintah Bangladesh membatasi layanan internet di seluruh wilayah negara, dalam upaya melawan propaganda menjelang pemilihan umum hari Ahad ini 30 Desember 2018.

Sebelumnya pada awal bulan ini, Pejabat Komisi Regulasi Telekomunikasi Bangladesh BTRC memblokir situs web BNP bersama dengan 53 situs berita dan portal, termasuk beberapa situs pro Bangladesh Nationalist Party, yang mengatakan akan menyebarkan konten cabul dan berbahaya.

Bangladesh, yang memiliki lebih dari 92 juta pengguna internet, pernah memblokir situs web dan media sosial utama seperti Facebook dan Youtube. Pada Agustus 2016, BTRC memblokir 35 situs web, termasuk beberapa situs populer di kalangan pendukung oposisi.

Baca Juga:

AMERIKA MULAI TARIK PASUKANNYA DARI SURIAH

DALIH PERANG MELAWAN ISIS, KOALISI AS-KURDI BANTAI 165 WARGA SIPIL

Pejabat Komisi Regulasi Telekomunikasi Bangladesh (BTRC) mengatakan di akhir kampanye pemilu, layanan internet melambat di seluruh negara, di mana layanan 3G dan 4G ditangguhkan selama beberapa jam.

“Kami meminta operator telekomunikasi untuk menghentikan layanan 3G dan 4G sementara pada hari Kamis lalu. Kami melakukannya untuk mencegah penyebaran propaganda dan konten yang menyesatkan di internet,” kata pejabat BTRC, seperti diberitakan South China Morning Post.

Pejabat tersebut mengatakan layanan internet berkecepatan tinggi kembali diaktifkan pada hari Jumat pagi kemarin, setelah pemadaman selama 10 jam. Namun, layanan tersebut bisa ditangguhkan lagi di kemudian hari.

Bangladesh akan mengadakan pemilihan pada hari Minggu, dimana Perdana Menteri Sheikh Hasina diperkirakan akan memecahkan rekor dalam masa jabatan keempat.