Duniaekspress.com (31/12/2018)- Pemerintah Australia mencabut kewarganegaraan Neil Prakash yang diyakini merupakan perekrut ISIS. Prakash merupakan pria kelahiran Melbourne.

Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton mengatakan Prakash adalah “individu yang sangat berbahaya”.

Pejabat di lembaga intelijen mengatakan Prakash adalah perekrut utama ISIS dan kerap merencanakan aksi teror di Australia.

Baca Juga:

SOHR: ISIS DIAMBANG KEHANCURAN DI SURIAH

DALIH PERANG MELAWAN ISIS, KOALISI AS-KURDI BANTAI 165 WARGA SIPIL

Prakash saat ini berada di Turki untuk menunggu putusan peradilan atas percobaan kegiatan terkait terorisme. Ia ditangkap di Turki pada Oktober 2016.

Juli lalu, pengadilan Turki menolak permintaan ekstradisi Prakash untuk menjalani proses persidangan di negaranya.

Sedangkan di Australia, Prakash menjadi buronan karena bertanggung jawab atas kegiatan terkait terorisme, termasuk mendukung dan mempromosikan ISIS.

Dalam konferensi pers yang disiarkan di televisi, Dutton mengatakan Prakash berperan aktif dalam aktivitas ISIS di Timur Tengah.

“Jika diberi kesempatan, Prakash akan membahayakan bahkan membunuh warga Australia. Negara kami menjadi tempat yang lebih aman setelah ia kehilangan kewarganegaraan Australia,” kata Dutton

Baca Juga:

PEJUANG ISIS LARI DARI PERTEMPURAN DAN MEMBIARKAN KOMANDANNYA DIBANTAI MUSUH

DOKUMEN SKANDAL ISIS DAN OKNUM MILITER IRAK TERUNGKAP

Dalam persidangan di Turki tahun 2017, Prakash mengakui dia “terkait” dengan plot terorisme di Australia, namun mengatakan “tidak 100% bertanggung jawab”.

Dia juga menyebut dia dipaksa membuat video propaganda ISIS dan dia kemudian kabur dari kelompok teroris tersebut setelah melihat “wajah mereka sebenarnya.”

Prakash, 27, meninggalkan Australia menuju Suriah pada 2013 dan mengganti namanya menjadi Abu Khaled al-Cambodi. Dia sempat dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan AS di Mosul, Irak, pada 2015.

Prakash sendiri memiliki dua kewarganegaraan, yakni Australia dan Fiji. Ia mendapatkan kewarganegaraan Fiji dari ayahnya. Sedangkan sang ibu adalah warga negara Kamboja.

Menurut undang-undang kewarganegaraan Australia, penduduk dengan kewarganegaraan ganda dapat kehilangan kewarganegaraan Australia jika mereka bertindak bertentangan dengan aturan negara, termasuk terlibat dalam terorisme.

Prakash adalah warga Australia ke-12 yang dicabut kewarganegaraannya.