Amerika Serikat putuskan tarik 2000 pasukannya dari suriyah, setelah memutuskan penarikan pasukan dari Afghanistan

Duniaekspress.com. (01/01/2019) — Washington — Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan secara perlahan-lahan mengirim pasukan pulang dari Suriah. Keputusan penarikan pasukan diwarnai kekhawatiran dari anggota partai Republik yang mengatakan hal itu tidak ada dalam Kepentingan AS.

Presiden AS menyerang kritikusnya pada hari Senin (31/12/2018), dalam serangkaian tweet. “Jika ada orang selain Donald Trump melakukan apa yang saya lakukan di Suriah, yang merupakan kekacauan yang dimuat ISIS ketika saya menjadi Presiden, mereka akan menjadi pahlawan nasional. ISIS sebagian besar hilang, kami perlahan-lahan mengirim pasukan kami kembali ke rumah untuk bersama keluarga mereka, sementara pada saat yang sama memerangi sisa-sisa ISIS.”

Komentar presiden tersebut datang sehari setelah Senator senior Republik Lindsey Graham mengatakan dia akan mencoba membujuk Trump untuk mempertimbangkan kembali perintahnya untuk penarikan total militer AS dari Suriah dan untuk meninggalkan beberapa pasukan di sana.

Pada 19 Desember, Trump mengumumkan rencana untuk menarik sekitar 2.000 tentara AS dari Suriah, yang mendukung Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi dalam perang melawan kelompok ISIS.

Gedung Putih mengatakan pada saat itu bahwa pihaknya sudah mulai menarik pasukan ketika pertempuran melawan ISIS sedang bergerak ke fase baru.

Namun, pada hari Ahad, Graham memperingatkan bahwa menghapus semua pasukan AS akan merusak keamanan AS dengan membiarkan ISIS berdiri kembali, mengkhianati pejuang Kurdi yang didukung AS dalam memerangi sisa-sisa kelompok itu, dan meningkatkan kemampuan Iran untuk mengancam Israel.

Graham mengatakan dia akan meminta Trump untuk duduk bersama para jenderalnya dan mempertimbangkan kembali keputusannya. Dia kemudian muncul setelah bertemu Trump di Gedung Putih dengan mengatakan presiden telah berjanji untuk tinggal di Suriah untuk menyelesaikan pekerjaan menghancurkan ISIS.

Sumber : Middle East Eye

 

Baca juga, AS AKAN MENARIK 7000 PASUKANNYA DARI AFGHANISTAN, MENHAN MATTIS AKAN MUNDUR