Duniaekspress.com (4/1/2019)- Wakil rakyat asal Negara Bagian Michigan, Rashida Tlaib, memegang Al-Quran yang dulu dimiliki Mantan Presiden Amerika, Thomas Jefferson, saat dilantik menjadi anggota DPR baru Amerika, Kamis (3/1).

Tlaib adalah satu dari dua perempuan Muslim pertama dalam sejarah Amerika yang terpilih dan dilantik menjadi anggota Kongres.

“Ini penting bagi saya karena banyak orang Amerika berpikir bahwa Islam asing bagi sejarah Amerika,” kata politisi Partai Demokrat itu dalam wawancara dengan kantor berita Detroit Free Press.

“Beberapa bapak pendiri bangsa kita (Amerika) tahu lebih banyak soal Islam dibandingkan mereka yang sekarang duduk di Kongres,” lanjutnya.

Baca juga:

INDIA KEMBALI DEPORTASI MUSLIM ROHINGYA KE MYANMAR

PEMUKIM YAHUDI SERANG KONVOI MENTERI AGAMA PALESTINA

Biasanya, anggota dewan Amerika disumpah sambil memegang Alkitab. Mereka bersumpah melindungi konstitusi Amerika dari “semua musuh, baik asing maupun dari dalam negeri sendiri.”

Al-Quran milik Jefferson juga pernah digunakan wakil rakyat asal Minnesota, Keith Ellison, saat dia disumpah menjadi anggota Kongres 12 tahun lalu. Dia adalah lelaki Muslim pertama yang menjadi anggota Kongres dalam sejarah Amerika.

Keputusannya tersebut kala itu banyak ditentang oleh sejumlah anggota dewan Kristen konservatif.

Tlaib menyebut alasannya memilih disumpah sambil memegang Al-Quran ‘lebih ke politis daripada alasan agama’.

“Saya setuju dengan pemerintahan sekuler. Saya disumpah sambil memegang Al-Quran untuk menunjukkan bahwa warga Amerika beragam dan kita semua cinta keadilan dan kebebasan,” katanya kepada Detroit Free Press.

Menggunakan baju tradisional Palestina

Saat pelantikannya, Tlaib, yang berdarah Palestina, menggunakan gaun tradisional Palestina, thobe, sesuai dengan janji di akun Instagramnya, 14 Desember lalu.

Tlaib menceritakan bahwa thobe bewarna merah yang dikenakannya itu dibuat oleh ibunya, yang pindah ke Amerika dari Tepi Barat saat si ibu masih berusia 20 tahun.

Motif pada gaun yang dikenakannya disebut memuat jejak sejarah turun-temurun keluarga Tlaib di Beit ‘Ur al-Foqa, dekat Ramallah.

Nenek Tlaib sendiri masih tinggal di Tepi Barat.