Duniaekspress.com (15/01/2018)- Kementerian Kesehatan Afghanistan melaporkan, sedikitnya empat orang tewas dan sejumlah orang lainnya terluka dalam ledakan dahsyat yang telah mengguncang Ibukota Afghanistan, Kabul, pada hari Senin (14/1).

“93 orang yang terluka dalam ledakan hari Senin di Kabul timur termasuk 24 anak-anak,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Masyarakat Afghanistan Wahidullah Mayar dalam sebuah posting diakun Twitternya.

Baca Juga:

ERDOGAN BERSUMPAH PERKUAT HUBUNGAN DENGAN QATAR YANG DIEMBARGO

IDLIB SEPENUHNYA DALAM KENDALI HTS DI BAWAH SYARI’AT ISLAM

Dikutip dari laman berita Reuters, Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan, bahwa ledakan itu terjadi ketika sebuah mobil yang sarat bom meledak di luar kompleks keamanan tinggi yang menjadi tempat bagi beberapa perusahaan dan badan amal internasional.

“Sebagian besar korban adalah warga sipil,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Najib Denmark.

Tidak ada klaim pertanggungjawaban langsung atas ledakan itu.

“Daerah itu ditutup … dan operasi pencarian sedang dilakukan untuk tersangka dan penyerang,” katanya.

Serangan hari Senin terjadi ketika utusan perdamaian AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad mengunjungi kawasan itu untuk pertemuan yang bertujuan mengakhiri perang 17 tahun negara itu.

Pekan lalu, para pemimpin Thaliban membatalkan putaran keempat perundingan dengan para pejabat AS di Qatar karena ketidaksetujuan atas agenda pertemuan.

Emirat Islam Thaliban telah menolak banyak permintaan dari kekuatan-kekuatan regional untuk mengizinkan para pejabat Afghanistan untuk mengambil bagian dalam pembicaraan damai.

Thaliban hanya mau melakukan pembicaraan damai jika amerika menarik diri dari afghanistan dan juga tidak menganggap pemerintahan boneka sebagai entitas yang sah.