duniaekspress.com, 17 Januari 2019. Sebuah ledakan yang dilakukan pembom bunuh diri terjadi di luar sebuah restoran di Manbij, wilayah Kurdi, kemarin atau hari Rabu sore,  (16/1). Bom bunuh diri tersebut menyasar patroli pasukan amerika dan PKK Kurdi. Setelah ledakan segera media ISIS menerbitkan klaim pertanggungjawaban atas operasi tersebut.

Ledakan tersebut menyebabkan tewasnya beberapa personil amerika dan Kurdi dan juga beberapa warga sipil.  Tidak jelas berapa korban tewas dan luka-luka. Kelompok ISIS mengidentifikasi pembom itu sebagai Abu Yassin al-Shami, dengan mengatakan ia melakukan “operasi isytisyhad” yang diarahkan pada patroli aliansi “Tentara Salib” dan “murtad PKK”, disebutkan juga 9 tentara kafir salibis yang tewas dalam operasi tersebut.

Media ISIS mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di Manbij

Koalisi amerika mengkonfirmasi kejadian tersebut. Media independent , NBC dan reuters menyebutkan ada 4 pasukan amerika yang tewas dalam ledakan di depan restoran tersebut.

Sementara itu media Kurdistan24 menyebutkan dari beberapa personel amerika yang berada di lokasi kejadian, dua terbunuh, sementara 6 warga sipil tewas dan 19 luka-luka.  Di lain pihak, media Turki menyebutkan bahwa prajurit amerika hanya mengalami luka-luka.

Gedung Putih menyampaikan pesan Trump atas kejadian tersebut,
“Simpati dan cinta kami yang paling dalam ditujukan kepada keluarga para pahlawan Amerika pemberani yang terbunuh hari ini di Suriah,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan. “Kami juga berdoa untuk para prajurit yang terluka dalam serangan itu.
“Anggota layanan kami dan keluarga mereka semuanya telah berkorban begitu banyak untuk negara kami.”

(AZ dari berbagai sumber)

Baca juga,

TRUMP ANCAM SERANG TURKI JIKA GANGGU KURDI DI SURIAH