duniaekspress.com, 17 Januari 2019. Serangan bom dan penembakan di Hotel Nairobi Kenya berakhir kemarin dengan deretan jumlah korban bertambah menjadi 21 orang. Pasukan keamanan Kenya disebut berhasil menembak mati seluruh penyerang yang berjumlah lima orang tersebut. Ke 21 korban tewas terdiri dari 16 warga negara Kenya, 1 warga negara Inggris, 1 warga negara Amerika, dan 3 lainnya keturunan afrika namun belum jelas kewarganegaraannya. Sementara 28 orang lainnya yang mengalami luka-luka telah di bawa ke rumah sakit.

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta mengumumkan akhir pengepungan 20 jam di kompleks DusitD2 yang merupakan pengulangan dari serangan tahun 2013 yang menewaskan 67 orang di mal Westgate di distrik yang sama.

INGIN BERGABUNG KE ISIS, MESIR DEPORTASI WN JERMAN

Serangan terkoordinasi tersebut dilaksanakan oleh kelompok as-Shabaab, sebuah organisasi afiliasi Al-Qaeda di Afrika. as-Shabaab melakukan operasi tersebut sebagai jawaban atas kebijakan Trump yang memindahkan ibukota Israel ke Yerusalem.

Menurut kepala polisi Kenya, Joseph Boinnet, serangan terkoordinasi itu dimulai pada pukul 3 sore waktu setempat (12:00 GMT) pada hari Selasa dengan ledakan yang menargetkan tiga kendaraan di luar bank, dan pemboman bunuh diri di lobi hotel yang melukai sejumlah tamu.

Lebih dari 700 orang diselamatkan dari kompleks hotel yang diserang, tetapi belasannya masih belum ditemukan. Sementara para keluarga dari orang-orang yang berada di dalam hotel sudah berkumpul di luar hotel dari Selasa mengkhawatirkan keluarganya yang berada di dalam komplek Hotel.

(AZ dari berbagai sumber)

Bacu juga,

BOM ISIS DI MANBIJ BUNUH BEBERAPA PRAJURIT AMERIKA