duniaekspress.com, 19 Januari 2019. Abu Bakar Ba’asyir (ABB)  yang kini berusia 81 tahun ditangkap aparat densus 88 pada Agustus 2010 atas kasus pelatihan militer di Jalin Jantho Aceh Utara,  beliau divonis 15 tahun penjara, dan sekarang beliau telah memasuki tahun ke sembilan dari penahanannya. Sehingga dari perhitungan lama penahanan semestinya beliau sudah bisa bebas jika mengajukan program Pembebasan Bersyarat (PB). Namun pendiri pondok pesantren Al-mu’min Ngruki Solo ini tidak mau mengambil PB untuk bisa bebas dikarenakan di dalam persyaratan PB tersebut ada pernyataan kesetiaan kepada Pancasila dan NKRI.  Sedang menurut ijtihad beliau, menandatangani syarat tersebut dapat menyebabkan pelakunya jatuh kepada kekafiran. Juga beliau tidak mau mengajukan grasi kepada presiden dengan alasan bahwa beliau tidak melakukan kesalahan.

Adalah Yusril Ihza Mahendra, penasehat team kampanye presiden Jokowi – ma’ruf amin dalam hal hukum, berinisiatif mengajukan pembebasan terhadap Ustadz ABB. Disinyalir dari berbagai komen bahwa upaya ini adalah bagian dari kampanye capres paslon nomer 1 dalam menarik suara dari kalangan aktivis dan umat Islam.

BOM ISIS DI MANBIJ BUNUH BEBERAPA PRAJURIT AMERIKA

Setelah mengisi kutbah jumat di Lapas Gunung Sindur kemarin (jum’at 17/1), Yusril membeberkan hasil pembicaraannya dengan presiden.
“Sekarang ini sudah saatnya beliau (Abu Bakar Baasyir) untuk dibebaskan. Ini juga menunjukan kepada publik dan masyarakat, bahwa tidak betul Pak Jokowi ini melakukan persekusi atau melakukan kriminalisasi terhadap ulama, ini contoh nyata consern beliau,” ungkapnya. Sebelumnya saya sudah berbicara dengan Abu Bakar, dan menyampaikannya kepada Presiden,” kata Yusril dalam media tribun news.

“Respon presiden pun baik dan setuju jika Abu Bakar dibebaskan,” tambah Yusril.
Yusril mengatakan, Presiden telah memiliki banyak pertimbangan untuk membebaskan pimpinan Jamaah Anshoru Tauhid tersebut.
“Utamanya alasan kemanusiaan, kan kita tahu Abu Bakar ini sudah sakit sakitan, dan beliau ingin dekat dengan keluarganya,” kata Yusril seperti yang dimuat pada media kompas.

Walaupun demikian pihak lapas belum bisa mengkonfirmasi pembebasan tersebut karena belum menerima surat apapun dari atas,  dan masih menunggu perkembangan selanjutnya.

(AZ dari berbagai sumber)

Baca juga,

USTADZ ABB BATAL BEBAS