duniaekspress.com, 19 Januari 2019. Abu Muhammad aka Abu Mujahid al Indunisy, seorang ikhwah muhajirin asal Indonesia yang berada di jajaran mujahidin Hai’ah Tahrir Sham (HTS, dulunya Jabhah Nusrah), dengan gagah berani seorang diri bertempur ke dalam pasukan rezim syi’ah Nushairiyah di wilayah Atshan, utara Hama sampai akhirnya gugur sebagai syuhada (insyaAlloh) pada hari Jum’at (18/1/2019).

Beliau gugur sebagai syuhada setelah hanya dengan seorang diri, maju dan menggempur serta memukul mundur pasukan rezim syiah Nushairiy di wilayah Atshan, utara Hama. Beliau melihat sebuah visi seolah-olah terlihat syurga di depan mata dan tidak kembali dari titik ribat tiga hari lalu.

Akibat serbuannya Tentara Assad kocar-kacir dan mengundurkan diri dari seluruh desa dengan semua peralatannya bersama tank dan senapan mesin ke arah desa Ma’an, kemudian mereka kembali dengan membombardir desa tersebut dengan intensitas yang luar biasa baru kemudian masuk kembali ke desa tersebut, dan butuh waktu yang lama untuk merebut kembali desa yang dijaga dengan gagah berani oleh Abu Mujahid.

Jenazah Abu Mujahid

Dia seorang diri menyerbu pos tentara nusairiyah Assad, walau perawakannya kurus kecil tapi dia berhasil menewaskan 3 pasukan rezim Syi’ah dan melukai beberapa lainnya. Dia berhasil menguasai pos tersebut selama 2 jam sebelum akhirnya gugur sebagai syuhada (insyaAlloh).

 

(AZ dari berbagai sumber)

Baca juga,

USTADZ ABU BAKAR BA’ASYIR SEGERA BEBAS