duniaekspress.com, 20 Januari 2019. Dua minggu lalu, yaitu 31 Desember 2018, terjadi ledakan hebat di sebuah apartemen bertingkat di Kota Magnitogorsk, Rusia tengah. Ledakan tersebut meluluhlantakkan beberapa lantai apartemen dan menyebabkan lusinan orang tewas.

Media ISIS /IS, an-Nabaa’ langsung mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa tersebut menyebutnya sebagai amaliyat mereka. Media ISIS menyatakan bahwa IS cabang Kaukasus “meledakkan bahan peledak pada Tentara Salib, menghancurkan sebagian besar bangunan.” Tim media tersebut tidak selesai sampai disitu. Mereka mengklaim bahwa pemboman terpisah di atas bus, atau minivan, di Magnitogorsk pada hari berikutnya juga merupakan pekerjaan mereka. Tiga orang dilaporkan tewas pada 1 Januari, ketika sebuah bus terbakar.

Laporan berita pemerintah Rusia mengatakan bahwa tidak ada residu bahan peledak yang ditemukan. “Sejak awal, penyelidikan telah menyelidiki semua kemungkinan penyebab tragedi itu,” Svetlana Petrenko, juru bicara Komite Investigasi Rusia, mengatakan kepada kantor berita pemerintah TASS. “Ledakan gas rumah tangga masih diyakini sebagai penyebab utama. Saya ingin menekankan bahwa para ahli tidak menemukan jejak bahan peledak di tkp. “Petrenko menambahkan bahwa” wartawan “harusnya” tidak mudah mempercayai pernyataan dari organisasi teroris yang sering mengklaim bertanggung jawab atas berbagai insiden yang terjadi di berbagai negara. ”

MUJAHID ASAL INDONESIA BERTEMPUR SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN DI HAMA UTARA

 

Sejauh ini, media ISIS belum menawarkan bukti konkrit yang menghubungkan ledakan apartemen kepada jaringan operatif mereka dan pendukungnya. Seringkali sulit, jika bukan tidak mungkin untuk memverifikasi rincian peristiwa yang terjadi di dalam Rusia, karena pemerintah tidak selalu tanggap. Dan ada akun yang saling bertentangan setelah serangan di dalam Rusia di masa lalu. Misalnya, pada 21 April 2017, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas penembakan di kantor lokal Layanan Keamanan Federal (FSB) Rusia di kota Khabarovsk. Pemerintah Rusia justru menyalahkan “seorang anggota kelompok neo-Nazi.”

(AZ dari LWJ)

baca juga,

USTADZ ABU BAKAR BA’ASYIR SEGERA BEBAS