duniaekspress.com, 26 Januari 2019. Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menikah dengan Bripda Puput Nastiti Devi pada 15 Februari 2019. Berita pernikahan ini disampaikan oleh politikus PDIP yang juga sahabat Ahok, Prasetyo Edi Marsudi.
Prasetyo menjelaskan, kemungkinan resepsi pernikahan Ahok akan digelar di Jakarta atau Nganjuk, Jawa Timur. Bripda Puput memang berasal dari Nganjuk, Jatim.

Ketua DPRD DKI ini menjelaskan, kedekatan Ahok dan Bripda Puput terbangun setelah mantan Wagub DKI itu masuk penjara. Kedekatan keduanya karena Bripda Puput seringkali membawakan makanan bagi Ahok. Setelah itu, keduanya makin dekat.
Puput berpangkat bripda. Saat ini dia bertugas di Mabes Polri, tumbuh dan bersekolah di Jakarta, dan ketika lulus SMA masuk Sekolah Polwan. Pada tahun 2019, Puput akan berusia 22 tahun.
Puput adalah mantan ajudan Veronica Tan, mantan istri Ahok. Ayah Puput bernama Teguh Sriyono adalah seorang polisi berpangkat aiptu.

Usai bebas dari tahanan Mako Brimob Kelapa 2 pada hari kamis lalu (24/1), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak pulang ke rumahnya di Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara. Hal itu dibenarkan oleh petugas keamanan yang menjaga kompleks tersebut.

“Enggak ada apa-apa dari semalam. Sepi-sepi saja. Rumahnya enggak ada orang. Pembantu doang kayaknya,” kata Komandan Regu Pos 5 Pantai Mutiara Nuryoko Paminto di gerbang masuk kompleks rumah, Jumat (25/1), demikian yang diberitakan oleh media kumparan.

USTADZ ABB BATAL BEBAS

Pindah Agama

Jelang pernikahannya dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Bripda Puput Nastiti Devi diketahui berpindah agama. Hal ini diketahui dari berkas pengantar pernikahan yang didaftarkan keluarga Puput di kantor Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Depok. Tertulis di kolom agama, Puput bergama Kristen.

keluarga di Nganjuk menegaskan bahwa hingga saat ini Puput masih beragama Islam. Bapaknya Puput enggan berkomentar tentang ini, namun ditegaskan oleh budenya puput, Sunarwatik (59) yang kerap dipanggil Watik, bahwa Puput lahir di tengah keluarga yang beragama Islam. Akan tetapi demi kebahagiaan keponakannya, Watik hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Puput.

“Keluarga kita semua Islam. Sampai saat ini Puput juga masih Islam,” ungkap Watik

Namun Lurah Pasir Gunung Selatan berkata lain,
“Ya gitu kayaknya, ikut (agama) Ahok, Kristen, jadi Kristen. Kayaknya pindah agama dari muslim ke ikut Ahok itu. Saya mah sesuai dengan di berkas saja,” kata Lurah Pasir Gunung Selatan, Aslih Sinten,dilansir dari kumparan, Kamis (24/1).

Menurut Aslih, berkas pernikahan Ahok dan Bripda Puput diurus oleh pihak keluarga dari Bripda Puput, pada 17 Januari lalu.

“Kan saya menyampaikan itu agamanya sudah beda. Orang tuanya yang perempuan (Bripda Puput) yang ngurus. Bapaknya saja yang ngurus,” kata Aslih.

Aslih juga menyebut saat ini berkas tersebut sudah ditandatangani olehnya. Selanjutnya, berkas tersebut akan diserahkan ke lembaga keagamaan untuk proses selanjutnya.

Ketika dikonfirmasi kembali kepada keluarga Puput tentang status agama puput pada berkas nikahnya, Watik mengatakan,
“Kalau memang terjadi berita benar, semua itu saya serahkan Puput. Soal agama misal Puput mengikuti keyakinan pak Ahok kita tidak permasalahkan,” demikian kata Watik kepada detikcom di rumahnya pada Jumat (25/1/2019).

Watik (budhenya puput) dan suaminya (Sucipto)

Keluarga Gembira dengan Pernikahan Puput 

Watik mengaku tak dapat menyembunyikan kegembiraannya mendengar kabar pernikahan Puput, demikian juga dengan Sucipto, suami Watik.

“Pasti senanglah mas keluarga di Nganjuk. Semua orang tahu siapa Ahok,” sahut Sucipto.

“Siapa sih yang tidak kenal Ahok. Orang tua itu mana yang terbaik saja doanya. Dan pak Ahok sendiri bukan orang yang biasa,” timpal Watik.

MUJAHID ASAL INDONESIA BERTEMPUR SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN DI HAMA UTARA

 

Balasan Bagi Orang yang Murtad dan Sikap Terhadap Mereka

Orang yang murtad dari Islam maka amalannya sia-sia dan balasannya adalah neraka,

مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Barang siapa yang kafir kepada Allâh sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allâh), kecuali orang yang dipaksa kafir, padahal hatinya tetap tenang dalam keimanan (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allâh menimpanya dan baginya adzab yang besar [an-Nahl/16:106]

وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Barangsiapa diantara kalian yang murtad dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya [al-Baqarah/2:217]

Resiko bagi orang yang murtad adalah tidak waris mewarisi harta, tidak sah pernikahannya, bahkan diancam bunuh.

Rasulullah SAW mengatakan, ”Laki-laki mana saja yang murtad, maka ajaklah dia (kembali pada Islam), jika ia tidak mau kembali pada Islam maka bunuhlah ia. Perempuan mana saja yang murtad, serulah ia kembali pada Islam, jika mereka tidak mau kembali, maka bunuhlah mereka.” (HR. Tabrani).

Jadi seseorang yang menemukan keluarganya yang murtad bukannya malah ridha terhadap kemurtadan tersebut, karena seseorang yang ridha terhadap kekafiran maka dia menjadi kafir pula.

(RF dari berbagai sumber)