duniaekspress.com, 29 Januari 2019. Seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya Selasa pagi di kantor Perdana Menteri pemerintahan sipil (pemerintah penyelamatan) di pusat Idlib. Pemerintahan penyelamatan adalah pemerintahan sipil berdasarkan syari’at yang disepakati oleh HTS di wilayah yang dikuasai oleh HTS.

IDLIB SEPENUHNYA DALAM KENDALI HTS DI BAWAH SYARI’AT ISLAM

“Kami mendengar suara bentrokan singkat diikuti dengan ledakan hebat di kantor perdana menteri. Ketika kami tiba, ternyata seorang wanita yang mengenakan sabuk peledak meledakkannya dirinya di pintu masuk gedung,” kata koresponden.
Jejak-jejak menunjukkan bahwa gerombolan al-Baghdadi berdiri di belakang operasi ini, yang didahului oleh operasi lain dalam pemboman dan penargetan Mujahidin dan sipil. Bom bunuh diri apalagi menggunakan wanita hanya disahkan oleh kelompok ISIS / daesh,  dan kelompok tersebut hadir di Idlib dalam bentuk sel-sel tidur.

Menurut informasi awal, pemboman itu mengakibatkan dua orang cedera di barisan penjaga bersama dengan kematian pembom bunuh diri itu sendiri.
Kharwarij berupaya untuk membuat wilayah-wilayah yang dibebaskan menjadi tidak stabil dan meneror rakyat dengan melakukan pemboman di daerah-daerah yang berpenduduk padat.

 

(AZ dari ebaa’ news dan sumber lain) 

ISIS KLAIM BERTANGGUNG JAWAB ATAS BOM GEREJA DI FILIPINA