duniaekspress.com, 30 Januari 2019. Sebuah granat dilempar ke sebuah masjid di Filipina selatan menewaskan dua orang dan melukai empat orang, kata pejabat keamanan pada hari ini, peristiwa ini terjadi tiga hari setelah pemboman kembar di sebuah gereja di pulau terdekat yang menewaskan 21 orang.
Insiden itu terjadi pada tengah malam di Zamboanga, sebuah provinsi yang mayoritas penduduknya beragama Kristen di wilayah Mindanao. Zamboanga dapat ditempuh dengan naik perahu dalam waktu singkat dari kepulauan Sulu yang mayoritas Muslim tempat pemboman gereja pada hari Minggu.
Militer menyerukan persatuan di antara komunitas Mindanao dan mendesak publik untuk menahan diri dari spekulasi di media sosial yang dapat menyebarkan informasi yang salah.

Komandan satuan tugas regional Kolonel Leonel Nicolas menekankan insiden itu “bukan tindakan pembalasan”.
Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan di televisi ledakan kembar yang menewaskan 21 orang di pulau Jolo mungkin merupakan serangan bunuh diri.

Insiden-insiden itu menyusul setelah referendum 21 Januari yang sukses dan damai yang sangat menyetujui otonomi bagi sekitar 5 juta penduduk bagian-bagian yang mayoritas Muslim di Mindanao. Perjuangan memisahkan diri selama puluhan tahun di Filipina selatan telah menewaskan sedikitnya 120.000 orang.

ISIS KLAIM BERTANGGUNG JAWAB ATAS BOM GEREJA DI FILIPINA

Muslim merupakan minoritas di Filipina yang mayoritas penduduknya beragama Katolik dan mewakili sekitar seperempat populasi di wilayah Mindanao.

Rencana otonomi, yang bertujuan untuk mengatasi kemiskinan, kebodohan dan kekerasan, sebagian besar didukung oleh orang Filipina secara nasional.
Dewan Ulama Semenanjung Zamboanga mengutuk apa yang disebut sebagai “tindakan setan, tidak rasional, dan tidak manusiawi” dan mendesak masyarakat untuk waspada.

Pemerintah meyakini sebuah faksi dari kelompok militan Abu Sayyaf berada di belakang pemboman gereja. Sementara kelompok tersebut telah berbaiat kepada ISIS, kelompok ini terdiri dari banyak faksi dengan tujuan yang berbeda dan banyak terlibat dalam pembajakan dan penculikan.

(RF dari al-arabiya)