duniaekspress.com, 2 Februari 2019. Laporan operasi al khandaq kemarin (1 februari) yang datang dari provinsi Helmand selatan menyatakan bahwa, pasukan koalisi yang didukung oleh armada udara penjajah yang tiba 10 hari yang lalu ke wilayah Zarha Bazar, Shakar Sheila, Majid Chowak, Zardegi dan Sharafat Bazar di distrik Sangin untuk melakukan operasi militer terpaksa melarikan diri sore hari kemarin setelah menderita banyak kematian akibat serangan mujahidin.
Menurut perincian, selama 10 hari tersebut  tembak-menembak: 7 tank lapis baja dan 10 APC (Panser Pembawa Pasukan)  telah dihancurkan oleh ledakan IED dan tembakan artileri berat, yang menewaskan 56 pasukan penjajah termasuk 5 orang Amerika dan meninggalkan 19 lainnya terluka.
Selama operasi, musuh membombardir wilayah sipil beberapa kali, membunuh 15 penduduk desa, 13 anak-anak dan 4 wanita sementara melukai 14 lainnya termasuk wanita dan anak-anak serta membongkar puluhan bangunan dan toko setempat. Dikatakan bahwa 5 Mujahidin terluka dan 10 lainnya syahid insyaAlloh dalam operasi itu.

 

Operasi al Kahndaq pada Distrik Nawa

Sementara itu mujahidin melakukan serangan terhadap sebuah pangkalan polisi di daerah Zarh Sahib distrik Nawa tadi malam, menduduki pangkalan itu setelah membunuh 10 pria bersenjata ANP dan meninggalkan 7 lainnya yang terluka serta memaksa sisanya melarikan diri.
3 senapan, 1 pistol, 1 rompi amunisi dan peralatan lainnya disita oleh Mujahidin sebagai ghanimah.

 

Serangan di Distrik Said

Mujahidin melakukan serangan terhadap sebuah pos pemeriksaan dekat dengan pusat administrasi distrik Said tadi malam.
Serangan senjata berat dan ringan mengakibatkan pos musuh dapat dikuasai, membunuh 7 boneka dan memaksa sisanya untuk melarikan diri, meninggalkan semua mayat dan tabung mortir di belakang di medan pertempuran.

 

(AZ dari al emarah)

Baca juga,

MASJID DI FILIPINA SELATAN DILEMPAR GRANAT