Duniaekspress.com (6/2/2019)- Dilansir dari media Turki Anadolu Agency, laporan PBB mengatakan Daesh nama lain dari ISIS terus menjadi ancaman bagi masyarakat internasional meskipun telah mengubah strategi operasinya menyusul kekalahan militer Daesh di Irak dan Suriah.

“ISIS secara substansial telah berkembang menjadi jaringan rahasia di Irak, di mana ia memprioritaskan ke operasi tingkat lokal. ISIS berada dalam fase transisi, adaptasi dan konsolidasi, pengorganisasian sel di tingkat provinsi, mereplikasi fungsi kepemimpinan utama,” kata laporan milik Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres itu, menggunakan nama lain untuk Daesh.

Menurut laporan tersebut Abu Bakar al-Baghdadi juga tetap mengendalikan kelompok teror itu kendati banyak laporan tentang kematiannya.

Baca juga:

TALIBAN TERUS GENCARKAN SERANGAN DITENGAH PERUNDINGAN DAMAI

HAPUS SIMBOL ISLAM, ISRAEL UBAH MASJID AL-BAHR JADI MUSEUM

Beberapa pejuang Daesh juga meninggalkan Suriah ke Irak, tetapi laporan itu mengatakan beberapa negara mengharapkan cabang Suriah akan berubah menjadi jaringan rahasia, yang mencerminkan cabang yang tetap beroperasi di Irak.

“Satu dokumen yang diperoleh oleh negara anggota menggambarkan tujuan ISIS untuk periode pasca-kekhalifahan, yaitu untuk untuk melemahkan kegiatan stabilisasi dan rekonstruksi, target upaya pembangunan kembali infrastruktur dan secara umum menggagalkan kemajuan ekonomi,” katanya.

“Pusat gravitasinya diperkirakan akan tetap di Irak dan Republik Arab Suriah.” tambah laporan itu.

Laporan tersebut memperkirakan bahwa kelompok teror Daesh terus mengendalikan antara 14.000 hingga 18.000 militan di Irak dan Suriah.

Di Irak saja, dikatakan ada 3.000 pejuang Daesh aktif, dan kelompok teror diperkirakan masih memiliki kendali antara USD50 juta dan USD300 juta.

Laporan itu juga memperingatkan bahwa wanita yang telah deradikalisasi serta “anak di bawah umur yang trauma” yang hidup di bawah pemerintahan Daesh “merupakan ancaman serius”.