Duniaekspress.com (6/2/2019)- Ditengan perundingan damai di Moskow, pejuang Taliban terus gencarkan serangan kepemerintah Afghanistan, sedikitnya 47 orang tewas dalam serangan terpisah yang semakin gencar dilakukan Taliban.

“Kelompok bersenjata itu melancarkan serangan menjelang fajar di sebuah pangkalan militer di Kunduz utara pada Selasa (5/2), menewaskan 26 anggota pasukan keamanan,” kata Mohammad Yusouf Ayubi, kepala dewan provinsi mengatakan.

Setidaknya ada 23 tentara dan tiga anggota pasukan polisi setempat di antara mereka yang terbunuh.

Baca Juga:

HAPUS SIMBOL ISLAM, ISRAEL UBAH MASJID AL-BAHR JADI MUSEUM

EKSISTENSI TALIBAN SEMAKIN TAK TERBENDUNG, KETIKA LAWAN MEREMEHKANNYA

Menurut Ayubi, 12 tentara terluka dalam serangan Taliban, yang berlangsung selama lebih dari dua jam sampai bala bantuan tiba di pangkalan yang dikepung dan para penyerang dipukul mundur.

“Hari demi hari, situasi keamanan semakin memburuk di dalam dan sekitar kota Kunduz,” kata Ayubi, seraya menambahkan ada kekhawatiran kota itu akan kembali jatuh ke tangan Taliban seperti yang terjadi secara singkat pada dua kesempatan dalam beberapa tahun terakhir pada bulan September 2015 dan pada bulan Oktober 2016.

“Di provinsi utara Baghlan, sedikitnya 11 polisi tewas ketika gerilyawan menyerbu sebuah pos pemeriksaan,” kata para pejabat provinsi.

Serangan itu dilaporkan ketika perwakilan Taliban memulai pertemuan dengan tokoh-tokoh penting Afghanistan, termasuk mantan Presiden Hamid Karzai, pemimpin oposisi dan tetua suku, tetapi tidak dengan pejabat pemerintah Kabul.

Dalam serangan di pos pemeriksaan, Taliban menargetkan pasukan polisi setempat di distrik Baghlani Markazi di provinsi itu pada Senin malam, yang memicu baku tembak yang berlangsung selama hampir dua jam, kata Safder Mohsini, kepala dewan provinsi.

Lima polisi juga terluka dan Taliban menyita semua senjata dan amunisi dari pos pemeriksaan sebelum bala bantuan datang, katanya.

“Mereka tiba di sana terlambat, melawan dan berhasil mengendalikan pos pemeriksaan,” tambahnya.