Keterangan Resmi Taliban Soal Perundingan Damai Dengan Amerika Serikat

Duniaekspress.com. (11/2/2019). — Afghanistan — Imarah Islam Afghanistan kembali ke meja Perundingan setelah sebelumnya menarik diri. Sebelumnya dikabarkan Imarah Islam menolak untuk menghadiri perundingan karena Amerika secara sepihak menambahkan agenda yang tidak disepakati oleh kedua belah pihak.

Taliban membatalkan negosiasi perdamaian awal dengan AS yang rencananya akan diadakan di Qatar pada 9 Januari 2019 karena “ketidaksepakatan agenda,” menurut Reuters. Imarah dikatakan keberatan dengan upaya AS untuk memasukkan pemerintah Afghanistan dalam perundingan, serta diskusi tentang gencatan senjata dan pertukaran tahanan.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 15 Januari 2019, Imarah Islam mengatakan, AS menghapus agenda [penarikan pasukan AS] dan secara sepihak menambahkan subyek baru.”

Dengan berjalannya kembali perundingan, artinya AS tidak lagi memaksakan agendanya sendiri dalam upaya perdamaian tersebut.

Berikut kami tampilkan terjemahan lengkap pernyataan Imarah Islam mengenai berlangsungnya pembicaan perundingan dengan AS di Qatar:

Keterangan Dari Juru Bicara Imarah Islam Mengenai Negosiasi Dengan AS Di Doha

Pembicaraan antara delegasi Emirat Islam dan pihak Amerika berlangsung selama enam hari di Doha, Qatar.

Negosiasi berlangsung sesuai dengan agenda yang telah disepakati sebelumnya, yaitu masalah penarikan pasukan asing dari Afghanistan dan beberapa masalah penting lainnya. Dalam  pertemuan ini dicapai beberapa kemajuan. Untuk beberapa masalah belum bisa diselesaikan dan perlu dibahas secara lebih mendalam. Maka diputuskan bahwa pembicaraan tentang hal-hal yang tidak terselesaikan akan dilanjutkan dalam pertemuan serupa di masa yang akan datang, untuk menemukan solusi yang tepat dan efektif dan juga untuk melaporkan hasil pertemuan dan menerima bimbingan dari kepemimpinan masing-masing.

Posisi Imarah Islam jelas selama negosiasi, bahwa kemajuan dalam masalah-masalah lain tidak dapat dicapai sampai kesepakatan keluarnya pasukan asing dari Afghanistan dapat dicapai.

Delegasi Emirat Islam mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Qatar atas perannya dalam menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk negosiasi.

Laporan oleh beberapa media tentang kesepakatan gencatan senjata dan pembicaraan dengan pemerintah Kabul tidak benar.

Juru Bicara Imarah Islam Afghanistan, Zabihullah Mujahid

Sumber :  alemarahenglish

 

Baca juga, AMERIKA SERIKAT AKHIRNYA BERTEKUK LUTUT PADA TALIBAN