Duniaekspress.com (14/2/2019)- Sedikitnya dikabarkan 27 anggota Garda Revolusi Iran tewas dan 13 lainnya luka-luka, dalam aksi pemboman pada hari Rabu kemarin di Sistan Iran tenggara.

Dalam sebuah pernyataan, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengatakan sebuah kendaraan bermuatan bom menargetkan sebuah bus yang mengangkut personel.

Sementara itu tandzim Jaish al-Adl, yang mengklaim mendukung hak-hak Sunni di Iran, mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut.

Baca Juga:

SERANGAN UDARA KOALISI AS BUNUH 50 WARGA SIPIL

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif dalam akun Twitter mengatakan: “Apakah bukan kebetulan bahwa Iran dilanda teror pada hari ketika #WarsawCircus dimulai?”

“Terutama ketika kohort teroris yang sama menghiburnya dari jalan-jalan Warsawa & mendukungnya dengan bot Twitter? AS tampaknya selalu membuat pilihan yang salah yang sama, tetapi mengharapkan hasil yang berbeda,” tambah Zarif.

Perwakilan dari beberapa negara Arab dan Barat menghadiri konferensi Timur Tengah yang disponsori Amerika Serikat yang diadakan di Warsawa pada 13-14 Februari. Pertemuan tingkat menteri internasional akan membahas perdamaian dan keamanan di Timur Tengah, dan isu-isu penting seperti terorisme, pengembangan rudal, dan proliferasi.

Baca Juga:

MILITAN SENIOR ISIS ASAL INDONESIA TEWAS

Secara terpisah, seorang ulama Sunni di Iran, Molavi Abdolhamid Ismaeelzahi mengutuk serangan itu. Ismaeelzahi mengatakan orang-orang Sistan dan Baluchistan menderita setelah serangan seperti itu.

“Satu-satunya korban [serangan semacam itu] adalah orang-orang kami yang ingin hidup dalam perdamaian dan keamanan,” katanya.

Sementara itu, gubernur provinsi menyatakan masa berkabung tiga hari setelah serangan.

September lalu serangan terhadap parade militer di Ahvaz, di Iran barat daya menewaskan 25 orang – termasuk anggota Pengawal Revolusi – dan melukai puluhan orang, dalam salah satu serangan paling mematikan di negara itu dalam beberapa tahun.

Sumber: Anadolu Agency