duniaekspress.com, 18 Februari 2019.
Koalisi Internasional merelokasi beberapa kotak yang diduga berisi koin emas dan uang dari gudang yang dulunya milik Daulah IS di sektor timur desa Deir Ezzor. Sumber-sumber yang dapat dipercaya mengatakan bahwa kotak-kotak itu kemungkinan besar berisi emas dan uang yang dimiliki Organisasi tersebut selama kejatuhannya yang berakhir di timur Sungai Efrat.

jika kotak-kotak itu berisi amunisi, maka kotak-kotak itu akan diserahkan kepada Pasukan Demokrat Suriah, tetapi pasukan Koalisi malah membawa kotak-kotak tersebut ke helikopter dan mengangkutnya ke tujuan yang tidak diketahui, setelah sumber-sumber yang dapat dipercaya mengkonfirmasikan  bahwa nasib berton-ton emas dan uang yang dimiliki Organisasi daesh (ISIS) pada kantong terakhirnya masih belum diketahui, di daerah di mana Organisasi itu bersembunyi dengan para pemimpin dan anggotanya, ada sekitar 40 ton emas di samping puluhan juta dolar masih berada dalam kepemilikan Organisasi tersebut, emas di daerah itu dikumpulkan dari semua area yang dulu pernah dikendalikan oleh ISIS, juga, sebagian dari sejumlah besar emas ini diangkut dari Turki ke “ Negara ISIS” mengendalikan area organisasi melalui mediator dan pemimpin Turki di Organisasi, yang memiliki hubungan dekat dengan otoritas Turki dan intelijen mereka, di mana Pasukan koalisi berusaha memaksa Organisasi ini untuk menyerah demi mendapatkan emas dan sejumlah besar uang yang dimilikinya.

Abu zaid al-anbari

AS dan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) mengincar cadangan tujuh ton emas Daesh di Suriah ketika mereka bersiap untuk merebut kubu kelompok teror di Suriah timur, menurut mantan anggota senior Daesh, abu Zaid al-anbari, mengatakan bahwa Daesh memiliki 17 ton perak di kota Hajin yang terkepung di Der Ezzur, ia mencatat bahwa Daesh memiliki 13 ton emas di kasnya pada pertengahan 2016.
“Hanya tujuh orang yang tahu di mana emas itu disembunyikan; dua terbunuh, satu hilang; dan sekarang AS dan PKK berusaha merebut emas itu, ”kata Abu Zaid.

Koin Emas Daesh

“Setelah merebut Mosul dan Raqqah, Abu Zaid, eks menteri keuangan kelompok itu mengatakan bahwa ISIS menciptakan sebuah ‘kolam emas.’ Abu Bakar [al-Baghdadi] dan Abu Ali yang memberikan perintah ini. Mereka meletakkan infrastruktur untuk menyalurkan semua emas dari kota-kota yang diduduki Daesh ke dalam kolam ini. Delegasi khusus diciptakan untuk tujuan ini, dan pada 2015 mereka mulai mencetak koin emas dan perak dan memasukkannya ke dalam sirkulasi, ” ungkap Abu Zaid.
“Kelompok daesh memperoleh penghasilan besar dari minyak, sereal dan kegiatan perdagangan, lalu mengubahnya menjadi emas. Sejumlah besar emas dibawa dari Mosul, Talafar, Deir Ezzor, Aleppo dan Raqqah ke dalam ‘kolam emas’ ini. Antara pertengahan 2015 dan 2016, Daesh memiliki 2,5 ton emas di kasnya, yang memungkinkannya untuk mencetak mata uang sendiri, ” dia melanjutkan.

Suap Tiga  Ton Emas

“Beberapa antek kelompok teror, yang melarikan diri dari kota Mosul dan Raqqah setelah mereka jatuh, menyuap tentara Peshmerga, AS dan layanan intelijen sebagai imbalan karena mengizinkan mereka diselundupkan keluar dari wilayah tersebut. Roda siklus suap ini masih berjalan hingga hari ini. Pada 2017, Peshmerga menerima emas dari tokoh teroris senior Daesh bernama Abdulsamad Sejeri, yang mereka janjikan akan memberikan kartu identitas dan paspor sehingga ia bisa diselundupkan keluar dari Irak. Tetapi, mereka akhirnya malah mengeksekusinya setelah merebut emas dalam jumlah besar dari pria yang ditugaskan mengawasi keuangan Daesh tersebut.”

(RF dari SOHR dan sumber lainnya)

Baca juga,

SERANGAN REZIM ASSAD KE IDLIB TEWASKAN PULUHAN WARGA SIPIL

MILISI PRO ASSAD BUNUH DAN PERKOSA ANAK-ANAK DEMI UANG