Serangan Ambush Mujahidin Jaish Al-Adl membungkam kesombongan Pasukan Garda Revolusi Iran

Duniaekspress.com. (20/2/2019). — Iran — Pada 13 Februari, Jaish al-Adl (Tentara Keadilan), sebuah kelompok Mujahidin Sunni-Baluch apiliasi Mujahidin Al-Qaidah, mengklaim serangan terhadap sebuah bus yang membawa personel Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) di wilayah antara Khash dan Zahedan, di provinsi tenggara Sistan dan Baluchestan, Iran. Bus tersebut dilaporkan membawa 40 orang tentara, dan setidaknya 27 penumpang telah dikonfirmasi tewas hingga saat ini.

Pagi hari ini, Mujahidin Jaish al-Adl mengeluarkan klaim tanggungjawab resmi melalui saluran telegram-nya. Kelompok tersebut mengklaim telah merencanakan operasi tersebut dengan cermat, untuk memaksimalkan serangannya terhadap IRGC. Jaish al-Adl mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan dengan memeriksa dan memilih target ‘secara hati-hati dan seksama’, kemudian memilih ‘target untuk operasi’, dan mencari ‘lokasi yang cocok’ untuk meletakkan bom mobil mereka yang dikemas dengan sejumlah besar bahan peledak. Penulis pernyataan tersebut menambahkan bahwa operasi tersebut sudah ditunda selama enam bulan (pernyataan tambahan untuk menyatakan bahwa operasi pemboman tersebut telah direncanakan secara menyeluruh, untuk meminimalkan korban sipil).

Mujahidin Jaish al-Adl langsung menargetkan para agen dari rezim penindas Velayat-e faqih. Ungkapan tersebut merupakan sebuah referensi kepada yurisprudensi yang menjadi dasar pemerintah Iran, dan memperingatkan para agen tersebut untuk tidak melayani ‘rezim yang jahat’.

Mujahidin Jaish al-Adl beroperasi di sepanjang perbatasan Iran dengan Pakistan. Dan kelompok tersebut secara teratur menyerang pasukan keamanan Iran dan kemudian menyelinap kembali ke Pakistan.

Laporan awal menunjukkan bahwa ledakan bus tersebut disebabkan oleh ledakan bom dari pinggir jalan, tetapi Pangkalan Qods Angkatan Darat IRGC (yang berpusat di wilayah tersebut) mengatakan bahwa ledakan tersebut melibatkan sebuah alat peledak improvisasi yang diangkut oleh kendaraan pengebom (SVBIED). Pernyataan IRGC menyalahkan ‘teroris takfiri’ dan ‘para agen intelijen terkait kepada sistem yang dominan dan kesombongan,’ maksudnya adalah Barat, serta musuh-musuh regional seperti Arab Saudi dan Israel.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting kemarin, Mujahidin Jaish al-Adl menolak karakterisasi yang diungkapkan oleh IRGC sebagai ‘organisasi takfiri’. Sementara Mujahidin Jaish al-Adl meyakini bahwa pasukannya adalah tentara oposisi yang ingin membebaskan orang-orang tertindas dari Baluchestan dan rekan senegara lainnya, dari cengkeraman Rezim Iran.

Mujahidin Jaish al-Adl telah mengklaim operasi lain terhadap pasukan keamanan Iran dalam beberapa pekan terakhir. Pada akhir Januari lalu, kelompok tersebut menyatakan bahwa anggotanya telah menanam alat peledak di dekat kantor polisi, meskipun pihak berwenang mengklaim bahwa itu adalah granat buatan sendiri. Dua operasi lainnya terjadi pada awal bulan Februari, yang menargetkan pangkalan IRGC dan pasukan polisinya.

Pemerintah Iran telah memerangi pemberontak dan oposisi di sudut tenggara negaranya selama bertahun-tahun. Sebelum Mujahidin Jaish al-Adl, pasukan keamanan Iran memerangi Jundullah, yang didirikan pada tahun 2003. Departemen Luar Negeri AS menunjuk Jundullah sebagai organisasi teroris pada 2010. Departemen juga mencatat bahwa Jundullah menggunakan ‘berbagai taktik teroris, termasuk bom bunuh diri, penyergapan, penculikan, dan pembunuhan terencana.’ Serangan-serangan besar Jundullah pada Oktober 2009 mungkin merupakan serangan paling mematikan di Iran sejak 1980 an.

Jundullah dinyatakan bubar setelah pemimpinnya, Abdul Malik Rigi, ditangkap pada 2010 dan kemudian dieksekusi. Anggota-anggotanya yang masih bertahan kemudian mendirikan Jaish al-Adl. Menurut Associated Press, kelompok tersebut diyakini berafiliasi dengan al-Qaidah.

Dalam pernyataan tahun 2016, Jaish al-Adl menekankan bahwa kelompoknya meneruskan perjuangan Jundullah, dan para anggotanya telah memiliki pengalaman selama lebih dari 12 tahun pertempuran. (RR)

Sumber :  longwarjournal

 

Baca juga, IRAN TUDING WN PAKISTAN PELAKU SERANGAN BOM DI SISTAN-BALUCHESTAN