Duniaekspress.com (25/2/2019)- Ratusan warga Palestina berdemonstrasi di Kota Gaza menuntut agar Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas mundur.

Foto dan video Saraya yang beredar di media sosial menunjukkan keramaian sore ini dengan nyanyian, “Pergilah, pergilah, Abbas, itulah permintaan rakyat.”

Aksi demonstrasi ini diselenggarakan oleh sebuah gerakan yang disebut Gerakan Gaza Merdeka, yang para anggotanya menyebarkan konten anti-Abbas di platform media sosial.

Baca Juga:

ISRAEL TEMBAK PEMUDA DAN SEORANG GURU DI TEPI BARAT

HANCURKAN PEMUKIMAN, BELASAN WARGA PALESTINA TERLANTAR

Selama tahun lalu, Abbas telah memotong anggaran yang dialokasikan ke Gaza untuk menekan Hamas untuk mengembalikan kendali Jalur Gaza ke PA. Sementara ia telah mengembalikan sebagian dana yang awalnya ia beku, penguasa Hamas di Gaza terus mengkritiknya karena tidak mengembalikan semua dana.

Awal bulan ini, Otoritas Palestina (PA) membayar hanya 25 persen dari gaji karyawannya di Jalur Gaza. PA memangkas gaji karyawannya di Jalur Gaza pada awal 2017 sebagai bagian dari paket sanksi yang diberlakukan oleh Presiden Mahmoud Abbas terhadap kantong yang dikepung.

Mayoritas Warga Palestina Inginkan Abbas Mundur

Mayoritas penduduk Palesrina, baik yang menempati Tepi Barat dan Jalur Gaza menginginkan Presiden Mahmoud Abbas untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Sebuah jajak pendapat yang dilaksanakan pada 7 hingga 10 Desember pada 2017, sesaat setelah Donald Trump mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel, menghasilkan temuan mengejutkan.

Menurut Palestinian Center for Policy and Research, 70 persen rakyat Palestina menghendaki Abbas mundur. Hanya 26 persen yang menginginkan Abbas tetap pada posisinya.

Berikut 3 alasan utama Abbas harus mundur dari jabatannya, seperti dikutip dari Middle East Monitor.

1. Penilaian negatif terhadap Abbas

Sebanyak 66 persen penduduk Palestina menilai Abbas tidak kompeten dalam memimpin Palestina. Sedangkan penilaian positif sebanyak 31 persen.

Sebanyak 61 persen menganggap kebijakan tidak membawa dampak berarti bagi kemerdekaan Palestina. Hanya 12 persen yang melihat kebijakan Abbas positif.

2. Abbas dianggap tidak adil

Sekitar 81 persen orang Palestina menginginkan Abbas untuk membayar gaji pegawai sipil Hamas serta gaji pegawai sektor keamanan pemerintah Hamas di Gaza.

Rencana pembubaran faksi bersenjata di Gaza oleh Abbas juga telah ditentang.

3. Pemerintahan Abbas dianggap korup

Sebanyak 77 persen menganggap pemerintah Abbas korup.

Palestinian Center dalam keterangannya kepada media mengatakan jumlah 70 persen yang menuntut Mahmoud Abbas sebagai pemimpin Palestina mundur itu meningkat 3 poin bila dibandingkan dengan survei tiga bulan lalu yang mencapai 67 persen.

Mayoritas penduduk Palestina yang mengikuti survei pada September menginginkan Mahmoud Abbas mundur karena khawatir akan masa depan kebebasan sipil di tengah tindakan keras terhadap aktivis dan jurnalis, termasuk Undang-Undang Kejahatan Cyber baru yang diperkenalkan pada Agustus yang menargetkan pembangkangan online.